Firli ‘Kurang Senang’ dengan OTT KPK, Ini Alasannya

Firli ‘Kurang Senang’ dengan OTT KPK, Ini Alasannya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua KPK terpilih Komjen Pol Firli Bahuri mengaku kurang menyukai konsep operasi tangkap tangan (OTT). Dia menyebut OTT bersifat individual.

“KPK tak boleh kerja sendiri. OTT itu sendiri. Setelah lakukan eksekusi, baru koordinasi menghubungi Kapolda, Kejaksaan,” kata Firli dalam Program Opsi 2 Sisi di Metro TV, Senin (9/12/).

Firli menilai OTT tak signifikan dengan pengembalian aset negara. Ia mencontohkan kiprah Lembaga Antirasuah pada 2018. Setidaknya 123 kali OTT dengan jumlah tersangka mencapai 423 orang dilakukan pada 2018.

“OTT banyak pada Pasal 5 tentang penyuapan. Tapi aset yang diselamatkan tak besar,” jelas mantan Kabaharkam Polri itu.

Kegiatan OTT juga lebih populer dibandingkan kampanye pencegahan yang dilakukan KPK. Padahal, dua konsep itu sama-sama memiliki dampak besar bagi agenda pemberantasan korupsi.

“Lakukan upaya mitigasi supaya tak ada orang terlibat korupsi. Kita kurangi korupsi,” imbuh dia.

Firli ingin pencegahan korupsi dilakukan secara sistematis. KPK akan memperkuat sistem pemerintahan yang rentan terhadap perilaku korup.

“Kalau OTT dampaknya cuma tertangkap. Kalau sistem tak diperbaiki, tetap ada (korupsi) karena sistem tetap terbuka,” jelas jenderal bintang tiga itu.