Lintas Daerah

Fenomena MJO Picu Cuaca Ekstrem

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta menjelaskan, terjadinya fenOmena MJO (Madden Julian Oscillation) memicu terjadinya cuaca ekstrem yang berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir di Yogyakarta.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryanto mengatakan aktivitas aliran massa udara basah atau fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) muncul dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera menuju ke wilayah Indonesia terutama Jawa yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah.

“Fenomen ini juga memicu konvergensi atau pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa dapat memicu pertumbuhan awan konvektif sehingga memicu hujan lebat yang diperkirakan terjadi 10 hingga 14 November,” ujarnya, Sabtu (10/11/2018).

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, cuaca ekstrem itu dapat terjadi antara lain di wilayah Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap, dan Nanggulan (Kulon Progo), Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Ngagglik, Seyegan, Minggir (Sleman), Semin, Ngawen, Gedangsari, Patuk, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang (Gunung Kidul), Kretek, Pundong, Imogiri, Dlingo (Bantul), dan Kota Yogyakarta. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close