Fakta Baru Dugaan Kasus Plus-plus, Ada Pesanan Kondom Khusus Vernita Syabilla

Fakta Baru Dugaan Kasus Plus-plus, Ada Pesanan Kondom Khusus Vernita Syabilla

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Fakta baru dalam dugaan kasus ‘plus-plus’ yang menyeret nama Vernita Syabilla kembali terungkap. Polisi menyebut ada pesanan kondom khusus oleh artis tersebut.

Vernita awalnya diamankan polisi dari salah satu hotel berbintang di Bandar Lampung, Selasa (28/7). Dia diamankan saat bersama seorang pengusaha berinisial S dalam salah satu kamar karena diduga terkait prostitusi.

Polisi juga mengamankan dua orang lainnya yang diduga menjadi muncikari di hotel itu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kedua orang itu adalah MK dan MNA yang diduga sebagai muncikari.

Sementara, Vernita dan S berstatus sebagai saksi dalam kasus. Polisi menyebut ada tarif Rp 30 juta yang harus dibayarkan untuk bisa kencan bareng Vernita.

Dari jumlah itu, kedua orang diduga muncikari mendapat masing-masing Rp 5 juta. Polisi juga mengungkap ada kondom yang diamankan dari dalam kamar Vernita dan S.

Vernita telah buka suara soal kasus ini. Dia mengaku masih utuh berpakaian saat diamankan bersama S dalam kamar. Dia juga menyebut kondom yang disita polisi bukan miliknya.

“Saat kejadian saya tidak melakukan apa-apa, saya masih utuh berpakaian. Cuma, salahnya mungkin berduaan di kamar. Posisinya pun berjauhan,” kata Vernita dalam konferensi pers terkait kasus itu di Polresta Bandar Lampung, Kamis (30/7/2020).

“Kondom bukan punya saya,” imbuhnya.

Terbaru, Vernita Syabilla mengaku tidak melakukan prostitusi online. Dia mengatakan dirinya hanya bekerja untuk menemani seseorang yang hendak ada pekerjaan di sana.

“Iya, itu yang nyambut pengusaha itu teman si S (diduga muncikari) pengin didatangin artis, ngobrol-makan. Nggak disuruh nyanyi,” ujar Vernita Syabilla saat ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan.

Selain itu, Vernita mengaku sedang haid saat itu. Beberapa jam setelah menemani si pengusaha, dia mengaku langsung pulang.

“Orang saya lagi mens juga,” kata Vernita.

Pengakuan Vernita itu ditepis oleh polisi. Polisi menegaskan memegang bukti-bukti dalam kasus dugaan TPPO terkait prostitusi.

“Transaksi itu, pada saat penyidik itu kan kemarin memberikan pemeriksaan. Sebenarnya kasus ini kan bukan masalah ininya, yang memperdagangkan itu kan muncikarinya, iya (TPPO), justru dia itu sebagai korban. Kita masuk akal, terserah dia mau apa terserah lah,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Dia mengatakan kasus yang diusut polisi adalah dugaan TPPO. Menurutnya, kedua tersangka telah mengakui perbuatan mereka.

“Yang kita permasalahkan adalah tindak pidana perdagangan orang, dan itu sudah diakui oleh muncikarinya,” tuturnya.

“Terserah dia nanti belum sempat terjadi suatu yang di dalam prostitusinya atau nggak, sekarang yang jelas ini ibaratnya orang itu tertarik untuk menggunakan jasanya dan dia juga berkeinginan untuk hadir ke sini,” sambung Pandra.

Pandra mengatakan S diduga tertarik memesan Vernita karena ada layanan prostitusi. Menurutnya, polisi telah memegang bukti transfer uang.

“Iya, betul (transaksinya untuk pelayanan prostitusi), karena S itu tertarik karena dia akan dilakukan pelayanan prostitusi,” ucapnya.

Selain itu, dia mengatakan tersangka muncikari mengungkap kalau Vernita memesan kondom khusus. Pandra mengatakan kondom itu merupakan pilihan Vernita terkait kondisinya saat itu. Namun, dia tak menjelaskan kondisi apa yang dimaksud.

“Ada pengakuan tertentu dari salah seorang muncikari yang menyatakan bahwa VS memesan salah satu kontrasepsi yang menjadi pilihannya. Diakui dari salah seorang muncikari bahwa korban VS ini telah memesan alat kontrasepsi khusus,” kata Kombes Pandra. (WS)