Hukum

Fahri Sesalkan PKS Tak Beri Bantuan Hukum pada Nur Mahmudi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan politisi PKS Fahri Hamzah menyatakan sangat prihatin terhadap nasib mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Nangka, itu ternyata tidak dapat pembelaan dari Presiden PKS M. Sohibul Iman.

“Tentu saya sangat prihatin dengan Pak Nur Mahmudi sebagai sahabat yang tak dapat pembelaan dari PKS. Padahal, beliau itu tetap sederhana hidupnya. Tak banyak perubahan,” tegas Wakil Ketua DPR RI itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Seharusnya kata Fahri, PKS memberi bantuan hukum seoptimal mungkin dan berjuang bahwa Nur Mahmudi tidak bersalah. “Itu namanya partai yang memberikan advokasi kepada kadernya,” ujarnya.

BACA JUGA: Mantan Walikota Depok Tersangka Korupsi Proyek Pelebaran Jalan

Karena itu, Fahri menyesalkan sikap PKS tersebut. “Ternyata PKS tak memberi bantuan hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, eks Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan eks Sekretaris Daerah Depok resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dalam proyek pembangunan Jalan Nangka.

Selain Nur Mahmudi, Polda juga menetapkan tersangka terhadap mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto.
Berdasarkan hasil penyidikan, menurut Argo, kerugian dari dugaan tindak pidana korupsi itu mencapai Rp10,7 miliar.

Pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut tengah diselidiki pada Oktober 2017 di Polres Depok. Proyek itu dilakukan pada 2015 silam.

Nur Mahmudi diketahui telah diperiksa pada 19 April lalu. Lebih dari 30 saksi telah diperiksa untuk mengusut kasus tersebut. Polres Depok juga bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta untuk menghitung kerugian negara dari proyek tersebut. (AF)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close