Lintas Daerah

Erupsi Freatik, Morfologi Kawah Merapi Tak Berubah

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Meski selama Mei 2018 telah terjadi erupsi freatik hingga enam kali, namun secara umum morfologi kawah Merapi tidak mengalami perubahan.

Dari pengamatan visual yang kami lakukan, relatif tidak ada perubahan morfologi di kawah Merapi, kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santosa di Yogyakarta, Kamis (24/5).

Agus menyatakan, meskipun letusan freatik tergolong sebagai letusan yang tidak berbahaya, namun masyarakat tetap diminta waspada dan tidak beraktivitas pada radius tiga kilometer dari puncak.

Saat beraktivitas di luar ruangan, juga diminta mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan kacamata untuk mengantisipasi dampak dari abu vulkanik terhadap kesehatan.

Hal itu, lanjut Agus, menunjukkan masih tingginya akumulasi tekanan dari dalam hingga menyebabkan terjadinya gempa vulkano tektonik atau gempa dangkal yang kemungkinan besar disebabkan adanya batuan yang pecah.

“Namun, tanda-tanda tersebut tidak terlihat secara jelas pada aktivitas Gunung Merapi yang terjadi akhir-akhir ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, adanya jenis material baru yang dikeluarkan Gunung Merapi bisa menjadi tanda. Salah satu material baru itu adalah material `glass. Ini yang sedang kami teliti. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close