EkonomiHukum

Erick Thohir Ungkap Ada 17 BUMN Bersengketa Hukum dan Berujung di Pengadilan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung beberapa perusahaan negara yang berselisih (dispute). Mereka terlibat sengketa hukum dalam menjalankan bisnisnya hingga berujung ke pengadilan.

Menurut Erick, ada 17 BUMN yang berselisih. Dia menyayangkan ribut-ribut perusahaan itu harus dibawa ke luar lingkungan BUMN, seharusnya bisa diselesaikan secara internal.

“Banyak dispute hukum antar BUMN, ada 17 bahkan sampai ke pengadilan. Katanya keluarga dan sinergi, kok ribut dibawa keluar?” kata Erick dalam rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta.

Karena itu, Erick merekrut Carlo Brix Tewu sebagai Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN. Carlo yang diperkenalkan Erick ke anggota Komisi VI DPR merupakan Jenderal Polisi Bintang Dua.

Dengan latar belakangan Carlo, Erick berharap kasus dispute antar BUMN bisa diselesaikan. Dia memberi target harus menyelesaikan 17 BUMN tersebut dalam 100 hari kerja Carlo.

“Makanya target 100 hari Pak Carlo selesaikan ini. Tapi kalau enggak selesai, mana yang perdata, pidana, dan dibawa keluar. Alhamdulillah yang settle sudah 8 BUMN. Masih ada 9 lagi,” ujar dia.

Selain itu, Erick juga meminta Carlo memetakan proses BUMN yang benar dan tidak benar. Tujuannya agar direksi yang mengambil kebijakan bisnis dalam BUMN tak tersandung masalah kerugian negara.

“Kami mapping. Kami tidak mau ketika lakukan kebijakan bisnis akhirnya masuk kerugian negara. Kalau memang tujuannya untuk itu, paling tidak Pak Carlo tahu. Ini kami mau bedakan karena kasihan juga direksi kerja siang malam tapi enggak ada proteksi hukumnya,” kata Erick.

Selain Carlo, Erick juga memperkenalkan Susyanto sebagai Sekretaris Menteri BUMN. Susyanto merupakan mantan Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian ESDM.

Erick sengaja menarik Susyanto karena dua proyek besar yang berada di BUMN berkaitan dengan Kementerian ESDM yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

“Apalagi sekarang rencanakan harga gas turun, impor BBM harus ditekan, dan PLN jangan investasi pembangkit fosil. Hal-hal ini cukup kompleks. Jadi kami harapkan Pak Sesmen bisa memahami dan tidak mengulang,” jelasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close