Internasional

Erdogan Minta Jaksa Saudi Bongkar Pelaku Pembunuhan Khashoggi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta kepada jaksa Arab Saudi yang datang ke Istanbul menyelidiki pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi untuk membongkar kasus tersebut.

Erdogan juga menekan Riyadh mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada publik, termasuk lokasi penghilangan jasad Khashoggi.

Erdogan sebelumnya mengatakan ada sebuah tim berisi 15 orang datang dari Riyadh ke Istanbul untuk membunuh jurnalis Washington Post tersebut.

“Siapa yang mengirim 15 orang ini? Sebagai seorang jaksa Saudi, Anda harus menanyakan itu, sehingga Anda dapat memecahkannya,” kata Erdogan kepada media di Ankara, Selasa (30/10/2018) waktu setempat.

“Kini kita harus memecahkan kasus ini. Tidak perlu berdusta, tak masuk akal demi menyelamatkan orang-orang tertentu,” katanya.

Arab Saudi sendiri kini berada di bawah tekanan untuk mengungkap kematian jurnalis Saudi yang kerap memberikan kritik terhadap negara di jazirah tersebut.

Terlebih, Khashoggi menghilang usai masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan sang tunangan.

Jaksa umum Sheikh Saud al-Mojeb sebelumnya datang ke Istanbul pada Senin (29/10).

Ia menjadi perwakilan resmi Saudi pertama yang mengakui bahwa kasus tersebut adalah pembunuhan terencana berdasarkan temuan investigasi Kepolisian Turki.

Dia bertemu dengan Kepala Kejaksaan Istanbul Irfan Fidan pada Senin (29/10) dan meminta diberitahukan secara menyeluruh temuan investigasi yang telah dilakukan pihak Turki.

Media Turki TRT menyebut, permintaan tersebut termasuk seluruh gambar dan rekaman suara yang terkait dengan kasus itu.

Akan tetapi, TRT mengatakan pihak penyidik Turki menolak permintaan tersebut dan justru meminta pihak jaksa Saudi mengungkapkan informasi tentang lokasi jasad Khashoggi.

Pihak Kejaksaan Turki, seperti diwartakan cnnindonesia, juga meminta kepada Saudi permintaan yang sama dengan Erdogan, yaitu mengirim 18 tersangka yang ditahan Saudi ke Turki untuk diadili.

Namun pihak Saudi menolak permintaan tersebut.

Mojeb bertemu dengan pihak penyidik Turki kembali pada Selasa (30/10) sebelum mengunjungi konsulat selama kurang lebih satu setengah jam dan pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa membuat pernyataan.

Setelah sempat menyangkal, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulatnya di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Meski begitu, Riyadh menegaskan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam konspirasi pembunuhan tersebut, Saudi menganggap pembunuhan Khashoggi merupakan “sebuah kesalahan sangat besar” yang dilakukan “pihak-pihak” di luar otoritas dan tanggung jawab mereka.

Saudi bersumpah akan menyelidiki secara menyeluruh insiden ini. Raja Salman secara terbuka menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai peristiwa menjijikkan. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close