Internasional

Erdogan Keras Kepala, Trump akan Hancurkan Ekonomi Turki Minggu Ini

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Amerika Serikat (AS) geram dengan ulah Turki lantaran Turki menyerang kelompok Kurdi di Suriah Utara sehingga membuat Presiden AS Donald Trump meradang.

Meski di cap Turki sebagai penghianat, Kelompok Kurdi yang menamakan diri Kurdish People’s Protection Units (YPG) ini, merupakan alat AS untuk melawan kekuatan ISIS. AS mengatakan bakal mengeluarkan sanksi dalam waktu dekat ke Turki.

Bahkan, Presiden AS Donald Trump berjanji akan segera memberi sanksi pada ekonomi Turki. Sanksi itu akan segera diterbitkan pada minggu ini. Trump sebelumnya mengancam bahwa ia akan memberi sanksi yang berat dan bisa menghancurkan ekonomi negara itu.

“Setuju dengan @LindseyGrahamSC dan banyak anggota Kongres termasuk Partai Demokrat (yang menentang serangan Turki), terkait meningkatkan sanksi yang kuat ke Turki,” kata Trump di Twitternya, Minggu (13/10/2019).

“Treasury sudah siap, undang-undang tambahan mungkin dicari. Ada konsensus besar tentang ini. Turki telah meminta agar hal itu tidak dilakukan. Tunggu saja!” tulisnya lagi di akun @realDonaldTrump.

Hal senada juga diutarakan Sekretaris AS Steven Mnuchin akhir pekan ini sebagai mana dikutip dari CNBC International.

“Akan ada sanksi yang sangat kuat, kami tentu berharap tidak mengeluarkan itu, tapi jika kami keluarkan, kita bisa menghancurkan ekonomi Turki bila kami menginginkannya,” ujarnya.

Serangan Turki ke kelompok Kurdi dilakukan persis setelah AS menarik tentara dari wilayah Suriah sejak Rabu lalu. Trump menarik tentara untuk menepati janji soal kedamaian di Timur Tengah.

“Ini tidak dibenarkan secara hukum dan tidak beralasan menyerang teman dan mitra AS (kurdi), yang mengancam kehidupan dan mata pencarian jutaan warga sipil di sana,” tulis pernyataan senator AS.

Eropa pun secara resmi melakukan embargo pada Turki akhir pekan lalu. Prancis dan Jerman bahkan menghentikan ekspor senjata negara tersebut ke Turki.

Bahkan dalam komunikasinya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan tindakan Turki bisa men-destabilisasi kawasan Timur Tengah dan mengarah pada kebangkitan ISIS.

Sementara itu, Erdogan mengatakan bahwa ancaman sanksi dan embargo senjata oleh Barat tidak akan menghentikan serangan militer Turki terhadap militan Kurdi di Suriah.

“Setelah kami meluncurkan operasi kami, kami menghadapi ancaman seperti sanksi ekonomi dan embargo penjualan senjata. Mereka yang berpikir mereka dapat membuat Turki kembali dengan ancaman ini sangat keliru,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi dikutip dari AFP. (AR)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close