Era Adaptasi Baru, Daya Beli Konsumen di Bengkulu Masih Rendah

Era Adaptasi Baru, Daya Beli Konsumen di Bengkulu Masih Rendah

BENGKULU, SENAYANPOST.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu mencatat, memasuki era adaptasi baru pandemi Covid-19, daya beli masyarakat Kota Bengkulu tergolong masih rendah.

“Daya beli masyarakat Kota Bengkulu baru 60 persen,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Bengkulu, Firman Surya, di Bengkulu, Minggu (2/8/2020).

Ia mengatakan, pada rentang waktu Maret hingga Mei 2020 daya beli masyarakat sempat merosot 40 persen. Kemudian, mulai naik perlahan dalam satu bulan terakhir hingga saat ini menjadi 60 persen.

Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat berakibat pada penekanan kelangkaan bahan pangan. Sebelumnya, stok gula sempat mengalami kelangkaan dan harus mengimpor dari luar negeri.

Selain itu, jelas dia, penurunan daya beli dipengaruhi WFH dan sosial distancing masa pandemi saat ini, di mana masyarakat masih enggan untuk belanja di pasar.

“Dari 21 bahan pokok, tidak ada kenaikan kecuali harga telur, yang harganya saat ini mencapai Rp45 ribu sampai Rp47 ribu,” jelasnya. (Jo)