SENAYANPOST - Konser BTS World Tour ARIRANG yang akan digelar di Busan memicu perdebatan di Korea Selatan setelah muncul laporan bahwa ratusan pegawai pemerintah daerah akan dikerahkan untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.
Kontroversi bermula dari sebuah unggahan anonim di aplikasi komunitas pekerja Blind yang kemudian viral di media sosial.
Dalam unggahan itu disebutkan sekitar 915 pegawai Pemerintah Kota Busan akan ditugaskan membantu pelaksanaan konser BTS yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Juni mendatang.
Pengunggah mempertanyakan alasan mobilisasi aparatur sipil untuk mendukung konser yang dianggap sebagai acara komersial milik perusahaan hiburan.
Baca Juga: Kapasitas Stadion Utama GBK untuk Konser BTS Jakarta, Peluang Besar Kebagian Tiket!
"Apakah benar 915 pegawai Balai Kota Busan harus dimobilisasi untuk konser komersial yang menghasilkan keuntungan bagi HYBE?" tulis unggahan tersebut pada 10 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Koreaboo.
Ia juga mengklaim para pegawai ditugaskan selama jam kerja dan menyindir Balai Kota Busan sebagai "agen perekrutan HYBE".
Pegawai Pemerintah Pertanyakan Penggunaan Sumber Daya Publik
Menurut laporan media lokal, sejumlah pegawai pemerintah daerah turut menyampaikan keberatan atas kebijakan tersebut.
Salah seorang pejabat Kota Busan mengaku mempertanyakan alasan pengerahan pegawai dalam jumlah besar karena acara tersebut bukan diselenggarakan langsung oleh pemerintah daerah, melainkan oleh pihak swasta.
Baca Juga: Tiket Konser BTS Jakarta Day 1 Ludes Kurang Dari 30 Menit, Non ARMY Membership Tetap Kebagian?
"Ini bukan acara yang dikelola pemerintah kota. Ini adalah pertunjukan yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan swasta, sehingga banyak pegawai tidak memahami mengapa aparatur publik harus dikerahkan dalam jumlah besar untuk urusan manajemen keselamatan," ujarnya.
Kritik juga muncul terkait penggunaan sumber daya yang berasal dari anggaran publik untuk mendukung acara komersial.