SENAYANPOST- Setiap tanggap 13 Januari diperingati oleh suku-bangsa Amaziq sebagai tahun baru. Saat ini jumlah tahun dalam Kalender Amazig adalah tahun 2974.
Sejumlah kota di Maroko menggelar berbagai penampilan kebudayaan dari tari-tarian khas Amazig dan tari-tarian khas Arab Barbar.
Barbar atau Barber adalah sebutan lain untuk suku-bangsa Amazig yang istilah tersebut menjadi sebutan dalam kajian literasi ilmiah.
Arab-Barbar adalah Bangsa Arab yang kemudian bermigrasi ke kawasan Afrika Utara sejak abad ketujuh Masehi dan bercampur dengan Bangsa Barbar. Salah satu tokoh pentin Arab-Barbar adalah Abdurrahman bin Khaldun yang lebih dikenal dengan Ibnu Khaldun.
Ketua Rabitah Amazig Maroko Sulaiman Shidqi menjelaskan perayaan Tahun Baru Amazig diisi dengan tradisi pulang kampung serta pesta-pesta di pedesaan dalam bentuk penampilan busana khas Amazig, tari-tarian khas Amazig dan pameran memasak kuliner tradisional antara lain Asida, Hakuza, dan Rafisa, untuk kemudian dibagikan secara gratis.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Raja Maroko Muhammad VI yang telah menghormati Budaya Amazig dan diakui sebagai bagian dari budaya asli Maroko,” ungkapnya.
Sejak Mei 2023, Raja Maroko Muhammad VI memutuskan untuk menjadikan Tahun Baru Amazig sebagai libur nasional setara dengan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Hijriyah, dengan catatan para pekerja tetap mendapatkan gaji penuh.
Kerajaan Maroko menganggap kebudayaan Amazig merupakan kebudayaan nasional yang asli dari Maroko. Suku-bangsa Amazig terbentang dari kota Siwa Mesir hingga pantai Samudra Atlantik di bagian pantai selatan Laut Putih Mediterania hingga Great Sahara.
Sejumlah negara yang dihuni oleh suku-bangsa Amazig antara lain Mesir, Libya, Maroko, Tunis, Aljazair, dan Maroko. (Muqoddas).