Lintas Daerah

Empat Warga Sumenep Tewas Masuk Sumur

SUMENEP, SENAYANPOST.com –Peristiwa memilukan dialami empat warga Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Mereka tewas di dalam sumur di Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih.

Empat korban meninggal itu masing-masing bernama Tosan (45), pemilik sumur, warga Desa Juruan Daya. Kemudian Sugik (27), Junaidi (28), dan Sumahbi (47), semuanya warga Desa Badur, Kecamatan Batuputih.

“Musibah itu berawal ketika Tosan memasang pompa air atau konor berbahan bensin ke dalam sumur. Pompa air itu nantinya akan digunakan untuk mengaliri kebun jagungnya,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Mukit, Jumat (13/4/2018).

Tosan memasang pompa air bersama anak sulungnya, Tikyono (19). Tosan turun ke dalam sumur, dan Tikyono berada di luar sumur. Mesin pompa air itu kemudian diturunkan menggunakan tali tampar. Setelah mesin pompa sampai di dalam sumur, Tosan pun menghidupkan mesin.

Setelah mesin hidup, Tosan naik ke atas sumur, untuk melihat apakah air dapat mengalir. Setelah air dipastikan bisa mengalir ke kebun jagungnya, Tosan kembali masuk ke dalam sumur sambil membawa bambu.

Ia berusaha menancapkan bambu beberapa kali ke dalam mata air di dasar sumur, agar tidak tersumbat lumpur.

“Tapi tidak lama setelah itu, Tosan merasa sesak nafas dan lemas. Kemudian Tosan mematikan mesin pompa. Setelah itu, Tosan sempat merintih kesakitan hingga terdengar anaknya di atas sumur,” ungkap Mukit.

Tikyono, anak Tosan ini kemudian memanggil-manggil bapaknya, tetapi tidak ada jawaban. Kemudian terdengar suara benda jatuh ke dalam air sumur.

“Saat dilihat, ternyata di dalam sumur penuh dengan asap putih yang keluar dari pompa air di dalam sumur,” paparnya.

Tikyono langsung berlari ke teras rumah sambil menangis. Ibu Tikyono, Muatun ikut panik mendengar teriakan anaknya. Ia kemudian meminta tolong pengendara sepeda motor yang kebetulan lewat, yakni Masrono (35), warga Desa Badur.

Masroni kemudian turun ke dalam sumur. Tetapi sesampai di atas mesin pompa, ia merasa pusing dan lemas, hingga memutuskan untuk naik keluar sumur. Sampai di atas sumur, terlihat sudah banyak warga berkerumun.

“Setelah Masroni, kemudian giliran Sugik dan Junaidi yang masuk ke dalam sumur, dengan maksud menolong Tosan. Namun setelah lama ditunggu, kedua orang itu tidak keluar dari dalam sumur,” ujarnya.

Tak berselang lama, Saleh yang masuk ke dalam sumur. Tetapi baru setengah perjalanan, ia merasa pusing dan memutuskan untuk naik ke atas sumur. Setelah itu, tiba-tiba Sumahbi masuk ke sumur tanpa ada yang menyuruh.

“Ditunggu sekitar 10 menit, Sumahbi juga tidak kunjung keluar. Sementara dari dalam sumur keluar asap warna putih berbau tajam. Setelah itu tidak ada lagi warga yang berani masuk ke dalam sumur,” ucap Mukit. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close