Ekonomi

Empat Hari Terakhir, Rupiah Menguat 1,4% Lawan Riyal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kurs rupiah kembali menguat melawan riyal pada perdagangan Senin (9/9/2019). Penguatan itu melanjutkan performa impresif dalam tiga hari terakhir.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Riyal pada perdagangan hari ini melemah 0,48% ke level Rp 3.739 di pasar spot, melansir data Refinitiv. Ini berarti rupiah sudah menguat empat hari berturut-turut, dengan total penguatan 1,4%.

Tanda-tanda rupiah akan menguat pada perdagangan hari ini sudah terlihat sejak pekan lalu setelah berhasil mencapai level terkuat sejak 1 Agustus melawan riyal.

Kembalinya minat investor terhadap aset-aset berisiko (risk appetite) terjadi akibat ekspektasi akan ada stimulus moneter di berbagai negara, memberikan efek positif ke Mata Uang Garuda.

Diawali bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) pada pekan lalu menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 bps untuk semua bank. Kebijakan ini diperkirakan mampu memompa likuiditas sebanyak CNY 900 miliar dan menurunkan suku bunga kredit perbankan.

Stimulus moneter dari berbagai negara diharapkan dapat memacu perekonomian global. Di kala perekonomian global diprediksi membaik, dan banjir likuiditas di pasar, maka risk appetite pelaku pasar meningkat dan rupiah menjadi salah satu aset yang diuntungkan.

Setelah PBoC, dan European Central Bank (ECB), Bank of Japan (BoJ), dan tentunya bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan diprediksi kuat akan menggelontorkan stimulus, baik dengan pemangkasan suku bunga ataupun program pembelian aset (obligasi dan surat berharga) di bulan ini. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close