Ekspor Sepeda Motor Indonesia Ditargetkan Naik 25 Persen

Ekspor Sepeda Motor Indonesia Ditargetkan Naik 25 Persen

JAKARTA, SENAYANPOST.com –  Ekspor utuh (completely built-up/CBU) ditargetkan mencapai 1 juta unit pada 2020 oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Jumlah itu naik 25 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2019 yang berada pada kisaran 800.000 unit.

Ketua Umum AISI Johannes Loman mengatakan ekspor CBU sepeda motor pada 2019 pada kirasan 800.000-an unit sehingga 1 juta unit mungkin dapat tercapai pada tahun ini.

“Ekspor tahun lalu itu 800.000 lah, saya kira 1 juta bisa tercapat. 1 juta itu CBU, sebetulnya ekspor anggota kami ada komponen juga. Komponen itu kayak mesin, kayak frame,” ujarnya di Jakarta Minggu (19/1/2020).

Johannes menjelaskan untuk ekspor sepeda motor pada penerimaan di pasar negara tujuan. Produk yang dikapalkan harus sesuai dengan permintaan negara tujuan ekspor sehingga pelaku usaha sepeda motor terus mempelajari kebutuhan pasar ekspor.

Dia mencontohkan Honda Beat yang diekspor dari Indonesia kurang mendapat penerimaan di India, sementara di negara lainnya diterima sangat baik. Namun, untuk membuat produk untuk pasar ekspor, sepeda motor tersebut harus bisa diterima di dalam negeri.

“Cuma ya enggak mungkin juga kami buat produk karena kami ingin ekspor tapi enggak sesuai sama orang Indonesia, ya masalag juga dong. Jadi, kami selalu ke selera kita dulu baru tentukan mana yang harus diekspor,” tambahnya.

Laman AISI mencatat pada Januari-November 2019, kinerja ekspor CBU sepeda motor sebanyak 750.183 unit. Jumlah itu lebih tinggi dari realisasi ekspor sepanjang 2018 yang sebanyak 627.421 unit. Ekspor itu dilakukan oleh anggota AISI yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS.

“Ekspor kami ada peningkatan secara volume dari 180.000 tahun 2018, kami mencapai 301.000 unit pada 2019,” tambahnya.