InternasionalTak Berkategori

Eks Presiden Korsel Divonis 24 Tahun Penjara karena Korupsi

SEOUL, SENAYANPOST.com – Mantan orang nomor satu Korea Selatan Park Geun-hye. Geun-hye harus menghabiskan waktunya di penjara lantaran terbukti bersalah atas tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan pemerasan. Pengadilan Korsel menjatuhkan vonis 24 tahun penjara kepada Geun-hye.

Selain dijatuhi hukuman penjara, pengadilan juga menjatuhkan denda kepada putri mantan diktator militer Korsel itu sebesar 16,9 juta dolar AS.

Pengadilan memutuskan bahwa Geun-hye bersekongkol dengan teman lamanya, Choi Soon-sil, untuk menerima dana dari konglomerat besar termasuk Samsung dan Lotte. Dana itu digunakan untuk membantu keluarga Choi dan membiayai yayasan nirlaba yang dimiliki olehnya.

“Terdakwa menyalahgunakan kekuasaan kepresidenannya yang dipercayakan oleh rakyat, dan sebagai hasilnya, membawa kekacauan besar-besaran dalam urusan hirarki negara dan menyebabkan impeachment presiden, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata hakim Kim Se-yoon saat membacakan putusan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/4/2018).

Hakim juga mengatakan Geun-hye tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatan yang dilakukannya. Sebaliknya, perempuan berusia 66 tahun itu malah mencoba melempar kesalahan kepada Choi dan sekretarisnya.

“Kami tidak bisa membantu tetapi tegas meminta pertanggungjawabannya,” kata Hakim Se-yoon.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta hukuman 30 tahun dan denda 112 juta dolar AS.

Park (66) yang telah dipenjara sejak 31 Maret tahun lalu, telah membantah melakukan kesalahan dan tidak hadir di pengadilan.

Hukuman itu akan menjadi pukulan keras bagi Park, yang kembali ke istana kepresidenan pada tahun 2012 sebagai pemimpin wanita pertama negara itu, lebih dari tiga dekade setelah ia meninggalkannya setelah pembunuhan ayahnya.

Park Geun-hye adalah mantan pemimpin Korsel terakhir yang melanggar hukum. Pendahulunya, Lee Myung-bak, saat ini jugad sedang diselidiki untuk kasus korupsi. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close