Internasional

Eks Presiden Bolivia Mengaku Kepalanya Dihargai Rp703 Juta

MEXICO CITY, SENAYANPOST.com – Mantan Presiden Bolivia Evo Morales terpaksa mengasingkan diri ke Meksiko lantaran dia mengaku nyawanya dalam bahaya.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam konferensi pers, sesaat setelah dia mendarat di Mexico City menggunakan pesawat pemerintah Negeri “Sombrero”.

Morales juga mengaku kepala dia dihargai 50.000 dollar AS, sekitar Rp703 juta, oleh si “perencana kudeta”.

Mantan Presiden berusia 60 tahun itu mengaku berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

“Selama saya masih hidup, saya akan tetap di jalur politik. Setiap orang di dunia berhak membebaskan diri mereka dari diskriminasi dan rasa malu,” tegasnya.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengunggah foto di Twitter yang memperlihatkan jet yang ditumpangi oleh Morales telah mendarat.

Tersenyum dengan tangan terkepal di udara, Morales keluar dari pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Mexico City pukul 11.15 waktu setempat.

Dilansir BBC Selasa (12/11/2019), dia mengungkapkan kisahnya ketika terbang ke Meksiko dari kota Bolivia Cochabamba, tempatnya berlindung.

Angkatan Udara Meksiko mengirim jet untuk menjemput Morales setelah mengizinkan permintaan suaka politik, dan sempat transit di Peru.

Tetapi begitu sampai di Bolivia, pemerintah Peru memberi tahu pesawat itu bahwa karena “alasan politik”, mereka tak diperbolehkan transit lagi.

Ebrard mengatakan, di saat itulah mereka kemudian menggunakan “Rencana B”. “Terdapat kesulitan dan ketegangan,” ujarnya.

Sebabnya, terdapat sebuah situasi yang rumit tengah terjadi di bandara tempat sang presiden yang berkuasa sejak 2006 itu menunggu.

Akhirnya setelah bernegosiasi dengan sejumlah negara, pesawat itu diizinkan untuk mengisi bahan bakar di Paraguay sebelum terbang kembali via Brasil dan Peru.

Evo Morales, mantan aktivis petani koka, terpilih sebagai presiden pertama Bolivia dari kalangan pribumi pada 2006 silam.

Dia menjadi terkenal setelah mengangkat ekonomi dan berjuang mengentaskan kemiskinan. Tetapi dia membuat langkah kontroversial ketika menang pemilu Oktober lalu.

Pasalnya, dia dianggap tidak mengindahkan batasan konstitusional ketika mengincar periode keempat, dan menang pada 20 Oktober lalu.

Kemenangan tipisnya dalam pemilu kemudian memunculkan gelombang protes yang berlangsung selama tiga pekan di seantero negeri.

Meski Morales sudah menyerukan adanya pemilihan ulang, tetapi panglima militer Jenderal Williams Kaliman memintanya mundur.
Akhirnya pada Minggu 910/11/2019), Evo Morales mengumumkan mengundurkan diri, mengakhiri kekuasaannya yang berlangsung selama 13 tahun.

Dia menyatakan pengunduran dirinya demi mencegah pemimpin sosialis lain “diancam dan dipersekusi”, serta menuduh pelengseran dirinya adalah “kudeta”.

Wakil Ketua Senat, Jeanine Anez, kemudian mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara. Langkah yang diboikot pendukung Morales.

===

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close