Ekonomi Minus 17,1%, Malaysia Resmi Alami Resesi

Ekonomi Minus 17,1%, Malaysia Resmi Alami Resesi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Malaysia mengumumkan PDB berkontraksi untuk kedua kalinya di kuartal II 2020. Dengan kontraksi kedua ini, bertambah lagi negara yang mengalami resesi.

Dikutip dari TradingEconomics, ekonomi tercatat -16,5% (QtQ) pada triwulan kedua 2020. Di kuartal I, ekonomi sebelumnya -2%.

Secara basis tahunan (YoY), ekonomi -17,1%. Namun di kuartal I, ekonomi masih positif 0,7%.

Resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan yang berlangsung selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Dengan ini Malaysia masuk ke resesi teknikal.

Ini merupakan kontraksi ekonomi pertama sejak triwulan ketiga 2009 dan penurunan paling tajam sejak triwulan keempat tahun 1998. Pengumuman ini juga di luar ekspektasi sebelumnya, di mana ekonomi diramal -10%.

Penguncian (lockdown) guna mencegah Covid-19 menghancurkan ekonomi negara itu. Konsumsi rumah tangga merosot hingga 18,5% sementara investasi turun 28,9%.

Permintaan eksternal masih berkontribusi negatif ke PDB. Ekspor dan impor turun tajam. Di sisi lain jasa produksi, sektor jasa dan manufaktur mengalami kontraksi. Pertambangan dan kontruksi juga turun.