Ekonomi Inggris Minus 1,5 Persen

Ekonomi Inggris Minus 1,5 Persen
Menara Elizabeth dan lonceng 'Big Ben' di Gedung Parlemen, London, Inggris (14/8/2019). (REUTERS)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ekonomi Inggris mengalami kontraksi 1,5 persen pada kuartal I 2021. Kontraksi tersebut disebabkan lockdown wilayah selama pandemi Covid.

Dikutip CNN Indonesia dari AFP, saat ini Inggris mulai keluar dari lockdown secara bertahap. Sehingga, perekonomian diproyeksi mulai bangkit.

"Saat kami membuka kembali ekonomi dengan hati-hati, saya akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung pemulihan kami," kata Menteri Keuangan Rishi Sunak menanggapi data PDB, Rabu (12/5).

Kantor Statistik Nasional Inggris mencatat walau masih kontraksi, pertumbuhan ekonomi Inggris membaik, meningkat 2,1 persen pada Maret. 

"Pemulihan kuat yang terlihat pada Maret, dipimpin oleh ritel dan kembalinya sekolah. Namun pemulihan ini tidak cukup untuk mencegah ekonomi Inggris kontraksi selama kuartal pertama secara keseluruhan, dengan penguncian yang mempengaruhi sebagian besar sektor jasa," kata Darren Morgan, ONS Direktur Statistik Ekonomi.

Morgan menambahkan bahwa manufaktur pulih dengan kuat pada Februari dan Maret. Setelah Brexit, ekspor barang ke UE terus meningkat pada Maret dan sekarang hampir kembali ke level Desember.

"Namun, impor dari Eropa tetap lesu dalam tiga bulan pertama tahun ini, dikalahkan oleh impor non-UE untuk pertama kalinya dalam catatan," papar Morgan.