Ekonom UGM Sebut PSBB Takkan Matikan Perekonomian Nasional

Ekonom UGM Sebut PSBB Takkan Matikan Perekonomian Nasional
PSBB

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada Rimawan Pradiptyo, S.E., M.Sc., Ph.D, menyatakan,  pemberlakuan PSBB kali ini tidak akan sampai menghentikan roda perekonomian atau memberi dampak sebesar saat pemberlakuan PSBB pertama pada bulan April silam.

“Sebenarnya sudah ada adaptasi setelah PSBB pertama. Ketika saat ini ada PSBB kedua saya merasa lebih optimis karena kita sudah melewati learning process,” ucapnya.

Dosen Fa,kultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu  mengatakan,  saat pemberlakuan PSBB pertama, banyak pelaku usaha maupun masyarakat lainnya yang belum bisa sepenuhnya melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang muncul akibat pandemi.

“Yang terjadi pada bulan Maret hingga Mei lalu dalam banyak hal semua masih meraba-raba, masih mencoba mana yang bisa jalan, mana yang tidak. Tapi sekarang saya kira semua sudah mulai tahu apa yang dapat dilakukan,” kata Rimawan.

Mengenai kekhawatiran terhadap nasib UMKM, Rimawan mengatakan bahwa justru UMKM akan bisa bertahan di dalam masa krisis, karena sudah terbiasa menjalankan usaha secara dinamis di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Bahkan banyak usaha-usaha baru yang justru muncul di tengah pandemi. Layanan pembelian bahan makanan secara daring serta jasa penyelenggara acara pernikahan secara virtual menjadi beberapa contoh peluang usaha yang muncul dan berkembang beberapa bulan belakangan sebagai hasil dari proses pembelajaran dan adaptasi dengan kondisi yang baru.

“Layanan virtual wedding, misalnya, itu ada delapan sektor ekonomi yang digerakkan, jadi roda perekonomian itu tetap berjalan,” ujarnya.

Keberadaan UMKM yang menyumbang sekitar 60 persen perekonomian nasional, menurutnya, menjadi keunggulan tersendiri yang dimiliki Indonesia dibanding negara-negara maju yang lebih banyak mengandalkan industri-industri besar.