Internasional

Duh! Kabut Asap Karhutla Indonesia Sudah Sampai Thailand

BANGKOK, SENAYANPOST.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia dan Malaysia dilaporkan telah menyelimuti Thailand bagian selatan.

Penduduk setempat mengeluhkan kondisi udara yang tidak sehat dan harus menggunakan masker sepanjang hari.

Lembaga penelitian Pemantau Kabut Asap Selatan Thailand sudah menerbitkan peringatan bagi warga setempat. Mereka menyatakan penduduk di wilayah Songkhla, Satun, Yala dan Pattani supaya untuk sementara waktu tidak berkegiatan atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Mereka juga meminta warga supaya selalu mengenakan masker jika terpaksa bepergian. Menurut mereka, tingkat polusi udara akibat kabut asap sudah mencapai tingkat berbahaya.

“Saya sudah penyakitan, jadi kondisi seperti ini sangat menyulitkan saya. Saya jadi merasa mudah lelah dan tidak enak badan. Keadaan itu semakin buruk dari hari kemarin,” kata seorang warga setempat, Yindee Suktumna seperti dikutip AP.

Dinas Kesehatan Yala juga membagikan masker kepada penduduk setempat yang berkegiatan di luar ruangan. Mereka juga meminta pengguna jalan untuk waspada karena kabut asap juga memangkas jarak pandang.

Menurut pemerintah setempat, tingkat polusi udara akibat kabut asap semakin meningkat sejak 5 September lalu. Kondisinya semakin buruk dalam beberapa hari belakangan.

Menurut Direktur Biro Lingkungan Wilayah 16 di Songkhla, Thananchai Wannasuk, kandungan polutan di udara akibat kabut mencapai 100 mikrogram per meter kubik. Jumlah itu dua kali lipat dari batas yang ditetapkan Thailand.

Dia menyatakan kandungan partikel polutan di Songkhla berjumlah 104 mikrogram pada pukul 13.00 waktu setempat. Satu jam kemudian nilainya turun mencapai 100 mikrogram.
Sedangkan kandungan polutan di Yala mencapai 106 mikrogram pada pukul 13.00 waktu setempat. Sedangkan satu jam kemudian nilainya turun menjadi 98 mikrogram.

Wannasuk menyatakan kabut asap itu diperkirakan terbawa aliran angin. Jika angin masih berembus ke arah timur laut, dia menyatakan ada kemungkinan kabut asap akan semakin pekat dan kualitas udara di wilayah setempat bakal semakin memburuk.

Malaysia yang juga merasakan terpaan kabut asap dari Indonesia mulai resah. Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengisyaratkan akan menggagas pembuatan undang-undang untuk menghukum perusahaan-perusahaan Malaysia yang bertanggung jawab atas kebakaran lahan di luar negeri.

Mahathir membuka kemungkinan ini setelah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, menyebut bahwa setidaknya empat perusahaan Malaysia bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang menyebabkan kabut asap di kawasan. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close