Internasional

Duh, Data 20 Juta Nasabah Bank Commonwealth Lenyap

CANBERRA, SENAYANPOST.com – Kecerobohan Bank Commonwealth Australia ini patut disesalkan. Bank ini mengaku telah kehilangan catatan rekening sedikitnya 20 juta orang nasabahnya.

Dilansir BBC, Rabu (3/4), jutaan nama, alamat, nomor rekening dan informasi lainnya disimpan di dalam dua pita magnetik yang seharusnya dihacurkan pada 2016.

Namun, bukannya mendapat kabar bahwa dua benda berisi informasi penting itu dihancurkan, manajemen bank malah mendapatkan kabar kedua penyimpan informasi itu telah lenyap.

Meski demikian, manajemen bank justru menutupi masalah tersebut dan tak memberitahukan hal itu kepada para nasabahnya.

Dalam data yang dilaporkan kepada Bursa Efek Australia, manajemen Bank Commonwealth tak dapat memastikan bahwa kedua pita magnetik yang berisi 15 tahun data itu telah dihancurkan dengan semestinya.

“Sebuah investigasi forensik independen yang dilakukan perusahaan akunting KPMG telah mengetahui skenario paling memungkinkan soal keberadaan kedua pita magnetik itu,” demikian manajemen Bank Commonwealth.

“Kedua pita magnetik itu tidak memuat kata kunci, nomor PIN atau data lain yang bisa digunakan orang tak bertanggung jawab,” lanjut manajemen Bank Commonwealth.

Mereka juga menekankan, sejauh ini tak terdapat bukti bahwa informasi milik pelanggan telah bocor dan sistem pengawasan tetap diberlakukan.

Direktur perbankan ritel Bank Commonwealth Angus Sullivan menegaskan, insiden ini tak bisa diterima dan meminta maaf atas kekhawatiran yang dialami para nasabahnya.

Kabar ini muncul di saat dunia perbankan Australia sedang berada di bawah tekanan setelah skandal yang terungkap bulan lalu.

Kala itu, sebuah pemeriksaan mengungkap Bank Commonwealth masih mengutip uang dari sejumlah pelanggan yang sudah meninggal dunia.

Bahkan di satu kasus, seorang petugas bank masih menarik uang dari seorang nasabah yang sudah meninggal dunia lebih dari satu dekade.

Menteri Keuangan Australia Scott Morrison memperingatkan, para eksekutif keuangan bisa dijatuhi hukuman berat, termasuk hukuman penjara, dari berbagai bukti yang diperoleh dari penyelidikan itu. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close