Duh!, China Perintahkan Militernya Bunuh Orang AS

Duh!, China Perintahkan Militernya Bunuh Orang AS
Militer China

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pakar politik Asia Gordon Chang memperingatkan bahwa China sedang mengatur militernya untuk membunuh orang Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara di Fox News, Chang menyatakan dukungan atas pertimbangan Presiden Donald Trump untuk sepenuhnya memisahkan ekonomi AS dan China. Chang menyebut langkah itu ide yang bagus.
 
"China sedang mengatur militernya untuk membunuh orang Amerika," ujar Chang kepada "Bill Hemmer Reports", seperti dikutip dari Fox News, Senin (7/9).

[ads2] 

Menurut dia, AS seharusnya memang tidak memperkaya rezim yang bermusuhan dengan perdagangan dan investasi. "Saya percaya bahwa pemisahan mutlak harus dilakukan, terutama tahun ini," ujarnya.
 
Komentar tersebut menyusul laporan Pentagon yang baru-baru ini menunjukkan bahwa China berencana menggandakan persediaan hulu ledak nuklirnya dalam dasawarsa ini, termasuk dirancang untuk rudal balistik yang dapat mencapai AS.
 
"(Presiden) Xi Jinping semakin banyak berbicara tentang gagasan bahwa China memiliki mandat dari surga untuk menguasai dunia. Mereka (percaya bahwa) mereka tidak hanya memiliki hak untuk melakukannya, tapi juga memiliki kewajiban untuk melakukannya," ujar Chang.
 
Penulis buku "The Coming Collapse of China" itu memperingatkan bahwa pemerintah China sedang bekerja cepat untuk melawan "tertutupnya jendela peluang karena masalah ekonomi, lingkungan, dan demografi".
 
"Saya pikir China yakin untuk perlu bergerak cepat, dan itu berarti kita tidak akan melihat masalah di tahun 2030-an, kita akan melihat masalahnya sekarang," ujarnya.
 
Bulan lalu, dalam wawancara eksklusif dengan Steve Hilton dari Fox News, Trump memberi sinyal kuat atas kemungkinan untuk memutuskan hubungan dengan China.
 
"Tidak ada negara yang lebih sering menipu kami selain Chin. Kami kehilangan miliaran, ratusan miliar dolar. Kami tidak mendapatkan apa-apa dari China," kata Trump.
 
"Ya, kami mendapatkan beberapa barang yang dapat kami produksi sendiri (tapi) kami tidak mendapatkan apa-apa. Yang kami lakukan hanyalah kehilangan uang," ujarnya.
 
Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon sebelumnya mengungkap bahwa China tengah berupaya menggandakan hulu ledak nuklir dalam satu dekade mendatang. China saat ini memiliki 200 lebih hulu ledak nuklir dengan kemampuan meluncurkannya menggunakan rudal balistik melalui darat, laut dan udara.

Laporan itu juga mengungkap jika China berhasil mencapai tujuan itu dan AS gagal mengatasinya maka akan memiliki implikasi serius bagi kepentingan nasional Amerika dan keamanan internasional.

Namun Pemerintah China mengecam laporan Pentagon itu. Kementerian pertahanan China menegaskan laporan Pentagon tersebut sama sekali salah tafsir serta mencemarkan nama baik militer Tiongkok.