Dubes Myanmar di PBB Ini Tegaskan Bakal Lanjutkan Perlawanan terhadap Kudeta Militer

Dubes Myanmar di PBB Ini Tegaskan Bakal Lanjutkan Perlawanan terhadap Kudeta Militer
Kyaw Moe Tun

NEW YORK, SENAYANPOST.com - Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun menegaskan bakal melanjutkan perlawanansetelah junta memecatnya. 

Kyaw dipecat karena mendesak negara-negara untuk menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk membalikkan kudeta militer.

Televisi pemerintah Myanmar mengumumkan pada hari Sabtu bahwa Kyaw telah dipecat karena mengkhianati negara.Baca juga: Dianggap Berkhianat, Junta Myanmar Pecat Dubes untuk PBB

"Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa," kata Kyaw dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Sindonews dari Channel News Asia pada Senin (1/3/2021).

Sementara itu, PBB, yang menolak mengakui pemerintahan junta militer mengatakan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan soal pemecatan kepala perwakilan Myanmar tersebut.

"Kami belum menerima komunikasi apapun mengenai perubahan representasi Myanmar di PBB di New York," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.Baca juga: Polisi Myanmar Semakin Brutal, 4 Demonstran Ditembak Mati

Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener sebelumnya memperingatkan 193 anggota Majelis Umum PBB bahwa tidak ada negara yang boleh mengakui atau melegitimasi junta Myanmar.

Jika junta Myanmar, yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing, "memaksa" untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan memasang utusan baru PBB, hal itu dapat memicu pertarungan di badan dunia yang dapat berujung dengan pemungutan suara di Majelis Umum.