Hukum

Dua Pimpinan Obor Rakyat Ditangkap dan Ditahan di LP Cipinang

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat telah menangkap Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setyardi Budiono dan Redaktur Pelaksana Darmawan Sepriyosa, Selasa (8/5/2018).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Setyardi diamankan di daerah Gambir, sementara Darmawan dicokok di sebuah kafe di kawasan Tebet Timur.

“Kami telah mengamankan yang bersangkutan dalam rangka menjalankan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Yang bersangkutan telah melaksanakan hak nya dalam melakukan upaya hukum baik melalui Banding dan Kasasi,” ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mohammad Rum dalam keterangan, Selasa (8/5/2018) malam.

Setyardi dan Darmawan dijatuhi pidana delapan bulan penjara oleh Mahkamah Agung karena terbukti melakukan penistaan dengan tulisan terhadap  Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Kapuspenkum Kejati DKI Nirwan Nawawi mengatakan, keduanya merupakan buron Kejari Jakarta Pusat. Keduanya ditetapkan sebagai buron per 3 Mei 2018. Nirwan menjelaskan penangkapan keduanya bagian dari operasi tangkap buronan (Tabur 31.1), yang digalakkan jajaran kejaksaan.

Keduanya ditangkap berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Kedua terpidana akan menjalani hukuman 1 tahun penjara Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

“Keduanya dijatuhi pidana selama masing-masing 1 tahun berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) No: 546 K/Pid.sus/2017 tanggal 1 Agustus 2017,” ucap Kasipenkum Kejati DKI Nirwan Nawawi.

Pada pertengahan tahun 2014, Setiyardi dan Darmawan dilaporkan dengan tuduhan penghinaan dan fitnah terhadap Jokowi melalui tabloid Obor Rakyat.

Tabloid itu disebarkan ke masjid-masjid dan pondok pesantren di sejumlah daerah di Pulau Jawa, yang antara lain menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing. Keduanya kemudian dihadapkan ke muka persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan dakwaan melanggar Pasal 310 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Darmawan dan Setyardi divonis di PN Jakpus dengan hukuman 8 bulan penjara. Sedangkan di tingkat banding, hukuman keduanya dinaikkan menjadi 1 tahun penjara dan kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close