Kesehatan

Dua Penyakit Ganas ini Bikin Keuangan BPJS Kesehatan Tekor

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Beban BPJS Kesehatan cukup dahsyat dari sisi penyakit katastropik yang harus ditanggung. Dua yang paling memberatkan biayanya adalah penyakit jantung dan kanker.

Penyakit katastropik merupakan penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya tinggi dalam pengobatannya serta memiliki komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Penyakit yang termasuk dalam golongan katastropik adalah golongan penyakit-penyakit tidak menular.

Berdasarkan dokumen BPJS Kesehatan yang diperoleh CNBC Indonesia, Kamis (19/9/2019) jumlah biaya katastropik dari Januari sampai Maret 2019 mencapai Rp 5,65 triliun. Di 2018 sendiri penyakit katastropik biayanya mencapai Rp 20,4 triliun.

“Besarnya biaya pelayanan kesehatan disebabkan antara lain profil morbiditas penduduk yang banyak menderita penyakit kronis,” jelas BPJS Kesehatan dalam dokumennya tersebut.

Penyakit katastropik yang cukup merogoh kocek BPJS Kesehatan cukup dalam adalah jantung. Dengan biaya selama 2018 mencapai Rp 10,5 triliun. Dari Januari-Maret 2019 sendiri biaya penyakit jantung ini mencapai Rp 2,81 triliun.

Penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung.

Tak hanya itu, pada tahun 2016, Data The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menyebutkan 17,7 juta jiwa atau sekitar 32,26% meninggal dunia karena penyakit jantung. Sedangkan di Indonesia, pada tahun 2016, Penyakit jantung juga telah menyebabkan 36,33% dari total kematian di Indonesia.

Sementara penyakit kedua yang cukup besar biayanya adalah kanker. Di mana di 2018 biayanya mencapai Rp 3,40 triliun dan selama Januari-Maret 2019 mencapai Rp 1,09 triliun.

Sementara BPJS Kesehatan mencatat biaya pelayanan kesehatan totalnya khusus penyakit katastropik mencapai Rp 94,2 triliun di 2018. Sedangkan di 3 bulan pertama 2019 mencapai Rp 25,5 triliun.

Penyakit kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Di Indonesia, penyakit kanker juga cukup tinggi, bahkan cenderung meningkat tiap tahun.

Umumnya, gejala kanker tidak disadari oleh penderita, sehingga banyak penderita kanker baru mengunjungi dokter bila sudah ada keluhan. Tak jarang pada saat itu kanker sudah dalam stadium lanjut. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close