Dua Pelaku Spesialis Pencuri Ganjal ATM di Kabupaten Serang Didor Polisi, Satu Tewas

Dua Pelaku Spesialis Pencuri Ganjal ATM di Kabupaten Serang Didor Polisi, Satu Tewas
Pelaku Spesialis Pencuri Ganjal ATM di Kabupaten Serang (foto merdeka.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Dua pelaku spesialis ganjal kartu ATM yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Serang, Banten ditembak polisi. Satu dari dua pelaku yang diamankan tewas tertembus timah panas karena mencoba menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam.

Berdasarkan informasi, empat orang komplotan ganjal ATM disergap oleh unit Reskrim Polres Serang saat beraksi di mesin ATM SPBU Singamerta di Kampung Priuk Palm, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Dua dari empat orang pelaku berhasil diamankan walau sebelumnya sempat baku hantam dengan seorang personel unit Reskrim.

Satu orang pelaku bernama Komarudin (35) tewas ditembak saat akan melarikan diri dan menyerang petugas dengan sebuah pisau cater. Sedangkan satu pelaku lagi Yan (32) tertembus timah panas pada bagian kaki kanan saat melarikan diri.

"Kedua tersangka sempat baku hantam dengan petugas, bahkan mengancam dengan menggunakan pisau cutter saat beraksi di ATM SPBU. Begitu kedua pelaku melarikan diri ke persawahan, petugas mencoba mengejar sambil memberikan tembakan peringatan. Karena tidak digubris, petugas melakukan tindakan tegas," kata Kapolres Serang AKBP Mariyono, Selasa (10/11).

Dia mengungkapkan, aksi penangkapan para pelaku spesialis ganjal kartu ATM ini bermula dari kecurigaan personel Unit Reskrim terhadap pengendara yang mengendarai Honda Beat bernopol B 3058 EJB dan Honda Beat bernopol B 3926 SXP saat melakukan pemantauan di sekitar SPBU pada tanggal 7 November 2020 malam. Diduga kedua pelaku ini sedang menunggu nasabah yang akan menarik uang melalui ATM BNI.

Saat dilakukan pemantauan, petugas mengenali salah satu pelaku yang merupakan DPO karena terekam CCTV pada kasus ganjal ATM yang terjadi di mesin ATM yang sama pada awal Oktober lalu. Karena curiga, petugas mulai menghampiri pelaku. Ketika melihat ada yang menghampiri, pelaku mencoba untuk melarikan diri.

"Pada saat pelaku melarikan diri, anggota langsung menabrakan motornya ke arah motor pelaku hingga kedua pelaku jatuh. Pada saat akan ditangkap, kedua pelaku melawan bahkan pelaku mengancam dengan menyabetkan pisau cutter. Saat petugas menghindar dari sabetan pisau, pelaku langsung melarikan diri namun tertangkap setelah terkena tembakan," jelas Mariyono.

Dia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan diketahui tersangka merupakan kelompok spesialis ganjal kartu ATM yang sudah melakukan aksi kejahatan sebanyak 4 kali di wilayah Ciruas. Menurut pengakuan tersangka Yan, dalam aksinya tidak dilakukan berdua, melainkan dibantu oleh dua rekannya AN dan Her (DPO).

"Dari keterangan tersangka Yan, dalam setiap aksinya dibantu oleh 3 rekannya. Pelaku AN (DPO) disebut berperan mengganjal kartu ATM menggunakan plastik kemasan air mineral yang ditempel dengan double tip, sedangkan 3 pelaku lainnya mengawasi situasi dari luar ruang mesin ATM," ujarnya.

Selain 2 unit motor Honda Beat, juga diamankan barang bukti 1 buah pisau carter, 1 obeng dan gunting, double tip, gergaji besi, kartu ATM BJB, Mandiri dan BRI, 2 handphone serta 3 helm.
Tersangka yang ditangkap dijerat dalam pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Dan petugas hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya. (ws)