Nasional

Dua Lembaga Gugat Class Action Facebook

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesia ICT Institute dan Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) menggugat class action facebook ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Kami sudah mendaftarkan class action ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini,” kata Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, dalam gugatan class action ini, ada tiga pihak sebagai tergugat, yaitu Facebook pusat yang beralamatkan di Menlo Park, Silicon Valley, Amerika Serikat sebagai Tergugat 1.

Facebook Indonesia yang beralamatkan di Gedung Capital Place, Jakarta, disebut Tergugat II dan Cambridge Analytica yang beralamatkan di New Oxford, London, Inggris sebagai Tergugat III.

Mengenai proses selanjutnya, usai mendaftakan class action ini, Heru mengatakan pihak belum tahu tahapan apalagi yang akan dilakukan karena saat ini proses tersebut sudah berada di wilayah pengadilan.

“Biasanya kalau sudah mendaftarkan ini, pengadilan bisa memanggil pihak tergugat dan mempertemukan dengan pihak pengunggat untuk menyelesaikan suatu persoalan. Untuk selanjutnya, kita tunggu proses pengadilan karena itu sudah berada di wilayah pengadilan,” tuturnya.

Class action ini dilakukan karena Facebook masih belum mengungkapkan mengenai penyalahgunaan data pengguna oleh pihak ketiga, yaitu Cambridge Analytica. Dari 87 juta data yang disalahgunakan, 1.096.666 atau sekitar 1,3% dari total ini berasal dari Indonesia.

Penyalahgunaan data pengguna ini ditujukkan untuk mempengaruhi dalam kampanye Donald Trump pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016 lalu.

Sampai sejauh ini, Facebook masih saja belum mengungkap data-data yang khususnya dari Indonesia ini digunakan untuk tujuan apa. Hal itu yang membuat masyarakat Indonesia melakukan class action.

“Kita juga punya kepentingan, data kita ini digunakan untuk apa, untuk siapa, itu yang belum diketahui sampai saat ini. Jangan menunggu Inggris, pengguna Facebook di Indonesia malah lebih banyak dari mereka, mencapai 100 juta lebih,” katanya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close