Dua Konglomerat 'Juragan Minyak' Terkaya dari Indonesia

Dua Konglomerat 'Juragan Minyak' Terkaya dari Indonesia
Kilang Minyak

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Majalah Forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Sebagian besar para taipan teratas masih didominasi wajah-wajah lama.

Munculnya pandemi virus corona atau Covid-19 membuat setengah dari 50 orang terkaya di Indonesia mengalami penurunan kekayaan dibanding tahun lalu.

Terlepas dari itu, kekayaan kolektif pengusaha super kaya RI hanya turun 1,2 persen menjadi 133 miliar dollar AS. Nilainya setara dengan Rp 1.875 triliun (kurs Rp 14.100 per dollar AS).

Dalam daftar 50 orang terkaya yang diterbitkan Forbes tersebut, terselip dua nama konglomerat yang memiliki bisnis utama minyak dan gas. Berikut daftarnya:

1. Soegiarto Adikoesoemo

Nama Soegiarto Adikoesoemo bisa dibilang cukup asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun jika mendengar perusahaan miliknya, orang akan cukup familiar. Ia adalah pemilik dari PT AKR Corporindo Tbk atau yang lebih dikenal dengan AKR. Korporasi tersebut merupakan perusahaan minyak swasta terbesar di Indonesia.

AKR merupakan perusahaan yang terbuka yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 1994. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1977 dengan nama PT Aneka Kimia Raya yang lini bisnis awalnya adalah perdagangan bahan kimia.

Belakangan, perusahaan merambah bisnis penjualan minyak. Jaringan SPBU AKR tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Di beberapa daerah terpencil, SPBU milik AKR berbagi tugas dengan SPBU Pertamina.

Soegiarto Adikoesoemo saat ini menempati urutan ke-46 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Jumlah kekayaan bersih pria berusia 82 tahun ini adalah 555 miliar dollar AS.

2. Arifin Panigoro

Nama Arifin Panigoro sangat lekat dengan Grup Medco. Pria berusia 75 tahun ini mendirikan Medco saat oil boom yang menyebabkan minyak bumi menjadi komoditas primadona ekspor Indonesia.

Sebelum jadi "juragan minyak", Arifin Panigoro adalah kontraktor alat kelistrikan. Di awal berdirinya, Medco berhasil mendapatkan kontrak tender demi tender eksplorasi dan eksploitasi minyak dari pemerintah Indonesia, meski saat itu hanya bermodalkan 1 rig.

Tak cuma dikenal dengan sebagai pengusaha minyak, Arifin Panigoro beberapa kali terlibat dalam dunia politik. Terbaru, ia dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2024.

Arifin Panigoro sendiri saat ini tak lagi secara langsung mengendalikan Medco. Pengelolaan perusahaan saat ini dikelola oleh putranya, Hilmi Panigoro.

Dicatat Forbes, kekayaan bersihnya saat ini yakni 550 miliar dollar AS yang menempatkannya di urutan ke-47 orang terkaya di Indonesia atau persis di bawah konglomerat minyak lainnya, Soegiarto Adikoesoemo.