Hukum

Dua Kabupaten di DIY Rawan Terpapar Paham Radikal

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhtasar Syamsuddin mengaku terkejut dengan penangkapan sejumlah orang terduga teroris di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Densus 88/Anti Teror.

Menurut dia, selama ini DIY tidak pernah terjadi aksi-aksi terorisme, “Namun informasi yang kami terima, Yogyakarta menjadi semacam tempat untuk rapat oleh mereka yang terlibat dalam jaringan terorisme,” katanya.

Di sela-sela Workshop Viodeo Pendek Menjadi Indonesia, Pelibatan Pelaja SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan di Grha Pustaka Tama, Jalan Janti Banguntapan, Yogyakarta, Muhtasar lebih lanjut mengatakan, mereka yang terkait jaringan terorisme ini sering kali bertemu di Yogyakarta sebelum melakukan aksi-aksi kekerasan di tempat yang telah dijadikan target.

Lebih lanjut ia mengingatkan, hasil penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme DIY ternyata juga menunjukkan bahwa dua kabupaten di wilayah ini rawan terpapar paham radikal.

“Kabupaten Gunungkidul yang rawan terjadinya penyebaran khilafah dan Kabupaten Kulonprogo banyak aktivis jebolan dari Timur Tengah yang menyebarkan ajarannya kepada masyarakat di Kulonprogo,” ujarnya.

Tak hanya itu dari penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme juga memperlihatkan kampus-kampus saat ini juga rawan terpapar gerakan radikalisme dan terorisme. Indikasinya banyak narasi-narasi yang didalam ada ekstrimisme, militansi dan eksklusifisme kelompok-kelompok tertentu termasuk di sekolah-sekolah. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close