Catatan dari Senayan

Dua Gol Tanpa Balas, Jokowi Meraih Bintang

DIPASANGNYA Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin sangat merisaukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya begitu Erick Thohir masuk Pasukan Jokowi-Ma’ruf sudah siap dengan struktur tim, sementara TKN Prabowo-Sandi masih kedodoran. Ketua tim belum dipastikan dan partai-partai pengusung belum menunjukkan soliditasnya. Erick juga mampu mengimbangi bahkan mengatasi Sandiaga yang biasa membanggakan milenialnya.

Ibarat permainan sepakbola memang Jokowi sudah menang telak di babak pertama. Dua gol telah diceploskan ke gawang Prabowo. Dua gol tanpa balas. Gol pertama melalui serangan tak terduga Jokowi memasang KH Ma’ruf Amin (KMA) sebagai calon Wakil Presiden, menyisihkan Mahfud MD, mantan Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014.

Meskipun usianya tergolong sepuh, KMA memiliki pengaruh sangat besar karena posisinya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Rois Aam Syuriah PBNU, dua jabatan yang sangat prestisius di Indonesia. Posisi strategis KMA tersebut membuyarkan ancang-ancang kubu Prabowo untuk memainkan (kembali) isu agama, seperti yang dimainkannya saat memenangkan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta. Apalagi modal utama kubu Prabowo saat itu adalah mencap Ahok, lawan Anies, sebagai penista agama.

KMA adalah Ketua Umum MUI yang mengeluarkan fatwa menyudutkan Ahok dan kemudian melahirkan Gerakan Masyarakat Pengawal Fatwa MUI (GMPF-MUI) yang bermetamorfosa menjadi Gerakan 212. Bagaimana pun KMA adalah panutan para penyokong utama Prabowo. Agaknya sulit bagi mereka berhadap-hadapan dengan KMA yang juga berarti dengan Jokowi sebagai pasangannya. Itu gol pertama tadi.

Gol kedua tercipta tadi malam melalu pengumuman singkat Jokowi. Sebelumnya nama Erick Thohir sudah ramai-ramai disebut menjadi kandidat kuat calon Ketua TKN Jokowi-KMA, tapi masih ada kemungkinan Jokowi memilih calon lain. Ya, Erick Thohir adalah tokoh di belakang sukses penyelenggaraan Asian Games di Jakarta pekan lalu. Hingga saat ini rakyat Indonesia tengah dimabuk sukses Asian Games. Sukses penyelenggaraan maupun sukses kontingen Indonesia merebut 32 medali emas. Prestasi yang sangat membanggakan. Maka ketika Erick dipilih Jokowi sebagai Ketua TKN, masyarakat menerima dengan suka cita. Jokowi kembali meraih bintang.

Prabowo sebagai penjaga gawang yang kebobolan dua gol sudah cukup berpengalaman mengalami kekalahan. Setidaknya dia sudah dua kali kalah dalam Pilpres. Pertama ketika berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009 dan kedua saat bersama Hatta Rajasa dikalahkan pasangan Jokowi-JK. Maka yang dilakukan tadi malam menjelang Jokowi menceploskan bola Erick Thohir ke gawangnya adalah dengan menembak kegagalan ekonomi pemerintahan Jokowi 2014-2018 ini. “Bagi rakyat bukan ketua tim sukses yang penting tapi soal ekonomi,” itulah pernyataan yang dikeluarkan Sandiaga Uno untuk meredam gemuruh tepuk tangan rakyat menyambut gol indah sang striker lincah Joko Widodo.

Permainan belum berakhir. Bahkan babak pertama pun baru dimulai. Kini Jokowi telah menunjuk striker baru Erick Thohir. Kita menunggu siapa yang resmi ditunjuk Prabowo untuk mengimbangi kesebelasan Jokowi. Joko Santoso memang sudah santer disebut oleh kubu Prabowo. Tapi nama itu muncul sebelum Erick dideklarasikan memimpin TKN Jokowi-KMA. Apakah setelah Erick resmi jadi striker Prabowo tetap mengajukan Joko Santoso? ini sangat terkait dengan kalkulasi untuk bisa memenangi kontestasi.

Erick yang muda, lincah, dan berprestasi, apakah mampu diimbangi Joko Santoso sang purnawirawan jenderal yang hanya kenyang di militer? Bisa jadi Pak Joko memiliki simpanan ilmu yang belum pernah kita ketahui. Prabowo tentu tak mau lagi kemasukan gol-gol balas dan tak ingin lagi membiarkan Jokowi kembali meraih bintang. Dua kali kalah di pilpres kiranya sudah cukup, jangan sampai tiga kali kalah yang tentunya akan sangat menyakitkan. Sakitnya tuh di sini…

Salam.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close