Dua Anak Panah Tertuju Pada Jokowi

Dua Anak Panah Tertuju Pada Jokowi

Oleh: Eko Kuntadhi

DI SATU SISI, ada politisi brengsek yang teriak-teriak turunkan Jokowi karena merebaknya kasus Covid-19. Duet Demokrat, AHY dan Ibas bersuara paling lantang mengkritik presiden. 

Demikian juga Egi Sudjana, Fadli Zon, dan politisi lainnya. Fadli jelas selalu memainkan peran antagonis. Meski Prabowo sudah duduk sebagai Menhan. Fadli tetap berperan sebagai oposisi. 

Seperti ditugaskan menjaga suara pemilih Prabowo yang masih benci sama Jokowi. 

Pada sisi yang lain, hoaks dan provokasi soal Covid terus dilakukan. Anjuran melanggar PPKM atas nama masjid masih sering terdengar. 

Baca Juga

Mereka seperti mendorong masyarakat untuk tidak patuh protokol kesehatan. Dengan bungkus ibadah. 

MUI Sumbar, misalnya, menolak menghentikan aktifitas masjid untuk sementara. Somad dan Anwar Abbas punya pandangan yang sama. 

Entah apa tujuan provokasi itu. Yang pasti anjuran mereka sangat beresiko menambah deretan panjang pasien positif dan korban Covid. 

Di masyarakat bawah, hoax mengenai vaksin terus menjalar. Gerakan anti hoaks merajalela. Membuat masyarakat yang tidak terdidik berada dalam ambang bahaya. 

Para politisi itu. Para dai dan penyebar hoax itu seperti dua sisi mata uang. Mereka seperti saling melengkapi. 

Provokasi agar rakyat gak patuh prokes. Dan tudingan Jokowi gagal menangani Covid. 

Perhatikan saja timingnya. Polanya. Isu yang dibangunnya. Seperti terorkestrasi. 

Kita sebagai rakyat seperti diumpan untuk dikorbankan ulah mereka. Tampaknya semakin banyak korban, akan semakin kencang teriakan mereka. Politisi itu seperti hendak menari di atas sesak nafas para pasien. 

Betapa jahatnya. 

Hari ini grafik Covid belum mencapai puncaknya. Suasana muram masih akan membayang. 

Tidak ada satu negara pun yang berhasil keluar dari bencana jika rakyatnya tidak bersatu. Apalagi jika politisi nya malah memanfaatkan buat keuntungan politis mereka sendiri. 

Sungguh, Orang-orang ini hanyalah sejenis sampah. Kepeduliannya pada nasib orang sangat minimal. Yang dipedulikan hanya kursi buat keluarganya doang. 

Kata Ibas, Jokowi gagal menangani Covid. Padahal, waktu SBY berkuasa. Menangani Hambalang saja tak becus! 

"Mungkin ukuran keberhasilan seorang Presiden menurut Ibas adalah kalau sudah bisa membuat album lagu, mas, " celetuk Abu Kumkum.