Lintas Daerah

Driver Gojek Surabaya Demo Tuntut Kenaikan Tarif

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Ratusan massa driver online melakukan aksi demo di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (13/7/18). Driver menuntut kenaikan tarif standar per kilometer.

Januar (20) seorang driver online muda menuturkan, teman-temannya telah berkumpul untuk persiapan demo sejak pagi.

“Demo dimulai jam 7 pagi, dari Puncak Permai ke kantor Grab, ke kantor Go-Jek, dan berakhir di Gedung Grahadi” ujar Januar.

Salah satu perwakilan lainnya dari Komunitas DOB (Driver Online Bersatu) Widyanto (50) menyampaikan aspirasi, menganggap mereka tidak diperlakukan sebagai mitra kerja melainkan bawahan.

Tujuan utama dari demo ini untuk menuntut kenaikan tarif standar per kilometer agar di tingkatkan kembali. Karena semakin banyak promosi di aplikasi, semakin tidak wajar tarif yg diperoleh dan jauh dari upah standar.

Faktor pendukung lain adanya demo ini karena banyak pengorbanan yang driver lakukan seperti kerja di malam hari yang pasti sangat berisiko dan menghindari wilayah merah yaitu area rawan begal.

Banyak kejadian yang menyangkut terjadinya demo ini. Seperti penjambretan dan pembegalan yang bisa berujung pembunuhan driver.

“Keselamatan kita tidak pernah dipikirkan, nyawa kami dan penumpang kami taruhannya. Maka dari itu, kami minta pengembalian tarif standar kami” ujar Widyanto.

Michael Say Corporate Communications Go-Jek yang hadir memenuhi undangan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur untuk menemui para driver mengatakan, semua masukan dari driver akan ditampung.

Salah satunya tentang evaluasi tarif per kilometer yang dikeluhkan oleh para driver Go-Jek. Para driver menuntut tarif per kilometer yang saat ini di bawah Rp2 ribu per kilometer untuk roda dua dinaikkan menjadi Rp3 ribu per kilometer.

Sedangkan untuk tarif angkutan mobil, para driver menuntut kenaikan tarif dari asalnya kurang lebih Rp3 ribu per kilometer menjadi Rp10 ribu per kilometer.

“Kalau masalah tarif, kami akan menampung masukan driver. Akan kami kaji lebih lanjut. Yang jelas, apa yang sudah kami terapkan sudah mempertimbangkan supply dan demand, keberlanjutan perusahaan, dan tentu saja keberlanjutan mereka sebagai mitra kami,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close