Politik

DPR: UU Narkotika Saat Ini Tak Beri Efek Jera

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengatakan, saat ini DPR tengah mendorong dilakukannya revisi UU Narkotika karena semakin lama angka pengguna narkoba semakin besar.

“Revisi UU harus didukung pemerintah karena banyak kejadian yang akhirnya membingungkan,” kata Ahmad Sahroni, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Menurut politisi Partai NasDem ini, UU Narkotika yang berlaku saat ini tidak cukup memberi efek jera terhadap para pengedar dan pengguna, maka perlu tindakan yang lebih tegas dalam memberantas jaringan Narkoba.

Dalam laporan BNN, sepanjang tahun 2017 ada 46.537 kasus narkoba yang diungkap. Laporan pada tahun 2017 juga menyebutkan ada sekitar 58.365 orang yang dijadikan tersangka.

Angka ini meningkat tajam 50 kali lipat lebih jika dibandingkan laporan periode 2016, yang menyebut ada 868 kasus dengan 1.330 orang tersangka.

Angka tersebut tidak akan berkurang jika pemerintah masih mengulur waktu untuk melakukan revisi UU Narkotika.

Apalagi saat ini disinyalir masih ada serbuan narkotika yang masuk ke Indonesia di luar pengungkapan berton-ton sabu yang baru-baru ini dilakukan.

“Revisi UU tidak mudah yang dipikirkan karena perlu ada kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, saat ini akan memasuki tahun politik yang akan menghambat pembahasan revisi tersebut,” ucap Sahroni. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close