Parlemen

DPR Kutuk Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengutuk pembukaan Kedubes AS di Yerussalem, Palestina, pada Senin (14/5/2018). Apalagi sekitar 50-an warga Palestina tewas akibat protes kedubes AS tersebut.

“Kami berduka yang mendalam kepada warga Palestina di Gaza, mereka gigih memperjuangkan kemerdekaan sebagai bangsa, namun dibantai oleh Israel saat memprotes pembukaan Kedubes AS di Yerusalem, ” tegas Kharis dalam keterangannya, Selasa (15/5/2018).

Menurut politisi PKS itu, langkah AS seperti membuka kotak Pandora krisis timur tengah yang kian meruncing dan melampaui batas kemanusiaan.

128 negara menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk Indonesia. Pembukaan Kedubes itu menunjukkan arogansi AS dan tidak menghormati keputusan PBB yang menolak Kedubes AS tersebut.

“Jadi, kami mengutuk dan mengecam langkah AS yang tidak menghormati putusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB. Sehingga bagaimana kami akan menghormati AS jika AS tidak menjalankan dan menerima keputusan 128 di PBB itu,” ungkapnya kecewa.

Langkah sepihak AS memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv kata Kharis, jelas mengganggu perdamaian dunia yang selama ini diperjuangkan Amerika sendiri.

AS telah melewati garis merah batas perdamaian di Palestina dan kawasan Timur Tengah yang merupakan langkah awal kehancuran bagi perdamaian yang Amerika gagas sendiri.

“Maka wajar jika akan terus ada perlawanan dari negara Islam untuk Palestina dan 128 negara di PBB. Jadi, Amerika harus menghentikan arogansinya,” tambahnya.

Karena itu dia mengingatkan Yerusalem bukanlah milik Israel, apalagi AS. Sehingga Negeri Paman Sam itu tidak berhak memutuskan apakah Yerusalem menjadi bagian dari Israel atau tidak?

“Siapa yang memberi kewenangan AS untuk memutuskan Yerusalem bagian dari Israel?” pungkasnya mempertanyakan. (AF)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close