Politik

DPR: Kritik KPK Bukan Berarti Mendukung Koruptor

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menegaskan selama setiap orang dan apalagi anggota DPR yang mengkritik kinerja KPK selalu dianggap mendukung koruptor. Bahkan LSM mengkampanyekan agar anggota dewan itu tak dipilih lagi di pemilu mendatang.

“Mengkritisi cara kerja KPK seringkali membuat yang menyampaikan kritik menjadi tidak populer dan dianggap tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. Selama ada data valid kenapa tidak?” tegas Sekjen PPP itu, Rabu (6/6/2018).

Bahkan kata Arsul, segelintir aktivis LSM tertentu pendukung KPK akan mengkampanyekan agar pengkritik itu jangan dipilih lagi pada pemilu berikutnya.

“Bagi mereka sudut pandang KPK atau LSM itu sebagai satu-satunya kebenaran atau yang paling benar sehingga “haram” mengkritisi KPK,” jelasnya.

Padahal, sepanjang memiliki dasar atau data yang siap diuji dan valid dalam mengkritisi, dan kritiknya disampaikan secara proporsional, Arsul tidak khawatir dengan resiko politik tersebut.

“Tidak terpilih lagi sebagai anggota DPR ya tetap alhamdulillah, malah bisa kembali ke dunia profesional sebagai lawyer atau eksekutif perusahaan swasta lagi. Seperti sebelum ngantor di Senayan. Bahkan tanpa dipusingkan dengan hiruk-pikuk politik yang kadang menyesakkan,” ungkap Arsul.

Dengan demikian untuk menuju kinerja KPK yang lebih baik lagi kadang mengkritisi cara kerja KPK dan pilihan kasus hukum yang diprosesnya juga perlu disampaikan.

“Apalagi KPK memperoleh keistimewaan jumlah anggaran penegakan hukum jika dibanding rata-rata besaran anggaran per-perkara korupsi yg diperoleh Polri dan Kejaksaan Agung. Penegakan hukum itu seyogianya menerapkan pepatah (ikannya kena tanpa harus membuat airnya keruh),” pungkasnya.(AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close