AM Hendropriyono : DPR Harus Atur Hak Individu Bersiaga Jika Terancam

AM Hendropriyono : DPR Harus Atur Hak Individu Bersiaga Jika Terancam
AM Hendropriyono

SAMBIL menunggu RUU KUHP yang masih tertunda pembahasannya di DPR RI, seyogyanya para legislator kita juga memikirkan tentang hak individu untuk bersiaga, jika merasa dirinya terancam. Hak tersebut terkait dengan situasi saat ini, di mana demo-demo anarkis semakin meresahkan masyarakat. 

Bilamana para pendemo ketika lewat rumah penduduk berteriak- teriak mengancam, sehingga menggoncangkan jiwa penduduk tersebut, misal berteriak: "Nanti tunggu giliranmu, rumahmu akan kubakar" seperti dalam video ini. Apalagi jika sudah ada gerakan, yang memasuki halaman rumahnya. Maka tuan rumah bisa mengambil langkah, untuk bersiaga. 

Pada bulan Juni tahun lalu sepasang suami istri, Mark McCloskey, 63, berkata dirinya dan istrinya diancam oleh segerombolan orang yang ikut para pendemo yang sedang melakukan pawai ke rumah Wali Kota Lyda Krewson yang terletak dekat rumah mereka. 

Mereka sedang makan malam di teras pada tanggal ketika sebagian orang dari beberapa ratus pendemo dari gerakan Black Lives Matter menerobos pagar, mengakses wilayah privat mereka (rumah) yang jelas diberikan tanda "Dilarang Masuk". 

“Segerombolan orang melebihi 100 orang membuat kami tergoncang krn ketakutan.” kata Mark McCloskey.

Mark McCloskey bersiaga dengan menyandang senjata api senapan. Istrinya, Patricia McCloskey, 61, bahkan mengarahkan pistol ke arah para pendemo.

Harus disadari bahwa pertolongan polisi selalu lebih lambat, dibandingkan dengan kecepatan dalam melindungi diri sendiri dan harta bendanya. 

Polisi St Louis dan Wali Kota Kimberly Garder, yang menyatakan prihatin karena "pendemo yang damai", telah diancam dengan senjata api oleh pemilik rumah, mendapat kecaman keras dari para netizen.

"Setiap orang berhak secara absolut tanpa batas, untuk melindungi rumah dan keluarganya di properti mereka."

Gubernur Missouri Mike Parson dan Presiden AS Donald Trump membenarkan tindakan Mark McClosKey dan istrinya itu.

*AM Hendropriyono,
Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer.