DPD Partai NasDem Apresiasi Langkah Cepat Bawaslu Sleman

DPD Partai NasDem Apresiasi Langkah Cepat Bawaslu Sleman

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Keputusan Bawaslu Sleman untuk meneruskan dugaan pelanggaran ketidaknetralan penyelenggara pemilu diapresiasi oleh DPD Partai NasDem Kabupaten Sleman.

Ketua DPD Partai NasDem, Surana, Senin (23/11/2020) mengatakan, memang sudah seharusnya adanya pelanggaran yang dilakukan KPU Kabupaten Sleman diproses dengan cepat.

“Aturannya sudah ada, perbuatannya jelas berpihak, buktinya lengkap. Kami berharap proses di DKPP berjalan cepat dan sanksinya berujung pada pemecatan sesuai Peraturan DKPP No 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu,” kata Surana.

Tim Pemenangan MuliA dibentuk untuk memenangkan pasangan calon bupati/wakil bupati Sri Muslimatin/Amin Purnama yang diusung PKS, Partai Golkar dan Partai NasDem dalam kontestasi di Pilkada Sleman.

Surana menegaskan, putusan Bawaslu Sleman yang membawa pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Sleman ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menjadi peringatan kepada KPU Sleman agar tidak main-main dengan asas netralitas.

“Jangan karena salah satu paslon yang dibackup kekuasaan, KPU lantas berpihak,” kata Surana yang juga Wakil Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 2 itu.

Sebelumnya, Bawaslu Sleman  memutuskan untuk meneruskan kasus pelanggaran akun twitter resmi KPU Sleman yang hanya mengunggah visi misi dan foto satu paslon Bupati/Wakil Bupati Sleman ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat pleno Bawaslu Kabupaten Sleman yang digelar, Sabtu (21/11/2020).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran (PP) Bawaslu Kabupaten Sleman Ibnu Darpito menambahkan, berdasarkan hasil klarifikasi dan kajian yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Sleman terbukti ada pelanggaran kode etik yang dilakukan jajaran KPU Kabupaten Sleman  sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum. 

“Terutama, terkait dengan prinsip-prinsip profesionalisme,” kata Ibnu.

Selanjutnya, katanya, Bawaslu akan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk diteruskan ke DKPP.

Ha itu berawal dari Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sleman, melaporkan KPU Sleman ke Bawaslu terkait unggahan bertajuk sosialisasi Pilkada 2020 melalui akun twitter resmi KPU Sleman yang hanya mengunggah video berupa gambar, visi, misi, dan program pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020 nomor urut 3, Kustini Sri Purnomo – Danang Maharsa. (AS)