Internasional

Dow Jones Terperosok Dengar Trump Urungkan Pertemuan dengan Kim Jong-un

NEW YORK, SENAYANPOST.com – Keputusan Presiden AS Donald Trump tak jadi bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un direspons negatif pasar saham AS. Pada perdagangan Kamis (27/5), pasar saham AS ditutup melemah. Investor melepas portofolio investasi mereka dengan alasan kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik.

Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 75,05 poin menjadi 24.881,76. Adapun indeks S&P 500 turun 5,53 poin menjadi 2.727,76, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,53 poin menjadi 7.424,43.

Sebelumnya Trump mengatakan, pertemuannya dengan Kim Jong Un dibatalkan sebagai bentuk kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka terhadap pernyataan Korea Utara yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Choe Sun Hui.

Dalam pernyataan tersebut, Choe Sun Hui mengatakan bahwa Korea Utara bisa saja menyerang AS. Berdasarkan kondisi tersebut, pasar saham sedikit mengalami perubahan karena investor memerlukan waktu untuk mencerna data-data ekonomi serta perkembangan pasar dagang.

Pada hari Rabu (23/5/2018) sebelumnya, Wallstreet sempat melemah kemudian ditutup menguat selepas Bank Sentral Amerika Federal Reserve merilis risalahnya yang menyatakan akan meningkatkan suku bunga secara bertahap meskipun inflasi telah mencapai target.

Kekhawatiran mengenai The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat telah memengaruhi yield obligasi US Treasury dan dollar AS beberapa waktu belakangan, yang turut memengaruhi gejolak pasar saham.

Ditambah lagi, dikutip dari Fox Business, investor juga sedang mengkhawatirkan diterapkannya tarif impor pada kendaraan dan perangkat otomotif, menunggu hasil investigasi dari Kementerian Perdagangan.

“Jika Presiden melakukan ini untuk pemilihnya di Rust Belt, saya tidak yakin mereka akan memandang diterapkannya tarif dapat membantu, mengingat sebagian besar pekerja otomotif bekerja untuk Toyota dan Honda,” ujar Direktur Aset dan Alokasi Strategi People’s United Wealth Management Albert Brenner.

“Sebagai bentuk reaksi pasar, sell-off yang terjadi pada pasar otomotif kemarin merupakan pertanda awal,” ucap Brenner.

“Hal apapun terkait perang dagang akan membuat kondisi pasar tidak stabil dan mencegahnya untuk bergerak lebih tinggi. Lebih dari 30 persen GDP global berasal dari perdagangan internasional,” imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan data yang dirilis pada Kamis ini, data pengangguran mingguan di AS meningkat 234.000 jiwa.

Berdasarkan risalah The Fed, pejabat bank sentral menunjukkan indikasi akan meningkatkan suku bunga sesegera mungkin, pada Juni mendatang.

Di sisi lain, ketidakpastian kondisi geopolitik nampaknya memberikan dampak bank untuk komoditas emas. Setelah sebelumnya komoditas ini sempat menyentuh harga terendahnya tahun ini, pada Kamis ini harga emas menyentuh 1.300 dollar AS per ons. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close