Dosen & Guru Prioritas Penerima Vaksin Covid

Dosen & Guru Prioritas Penerima Vaksin Covid
Muhajdir Effendy (Foto/Istimewa)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan dosen dan guru akan menjadi salah satu prioritas penerima vaksin Covid-19 periode pertama yang diimpor dan atau diproduksi di Indonesia.

Vaksin diprediksi sudah bisa didistribusikan paling cepat akhir 2020 atau awal 2021 dan akan diberikan kepada kurang lebih 147 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

"Para dosen, guru merupakan prioritas untuk penerima vaksin pertama," kata Muhadjir saat memberikan kuliah umum secara virtual kepada Mahasiswa Universitas Negeri Malang, yang diakses melalui akun YouTube resmi UMY, Senin (28/9/2020).

Dalam periode pertama vaksinasi ini tidak semua warga mendapat vaksin. Hanya saja, kata dia, kurang lebih dipastikan 147 juta warga akan diberi vaksin guna memberi kekebalan tubuh terhadap virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, China ini.

Selain itu, ia berharap mahasiswa bersedia menjadi relawan dalam mendistribusikan vaksin ke berbagai daerah. Sebab dari 147 juta warga yang harus divaksin, mereka tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Ketika vaksin kira-kira akhir tahun sudah akan datang, kita sudah mengimpor vaksin disamping akan memproduksi vaksin dalam negeri, itu nanti relawannya juga para mahasiswa kita harapkan membantu proses vaksinasi," katanya.

Presiden Jokowi juga telah meminta jajaran pembantunya untuk segera membuat perencanaan produksi vaksin virus corona.

Jokowi ingin perencanaan vaksin dilakukan dalam waktu dua minggu ke depan. Ia meminta perencanaan itu disusun secara terperinci agar saat pelaksanaan dapat berjalan lancar.

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah saat ini tengah mengembangkan vaksin untuk menanggulangi wabah Covid-19 yang semakin memburuk di Indonesia. Pengembangan vaksin pemerintah ini dilakukan baik secara mandiri maupun kerja sama dengan negara lain.

PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan perusahaan China, Sinovac dan masih menjalani uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19.

Lalu, PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin lewat LBME Eijkman.