Nasional

Doni Monardo: Penderita Diabetes dan Hipertensi Hati-hati Terhadap Covid-19

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, sebagian kasus kematian akibat Covid-19 terjadi karena pasien memiliki riwayat penyerta.

Menurutnya, di Jawa Timur itu penyakit penyerta yang paling tinggi adalah diabetes, kemudian hipertensi. Ia pun meminta agar jenis penyakit penyerta itu dipelajari, kemudian diinformasikan ke masyarakat agar berhati-hati.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, sebanyak 226 kasus kematian akibat Covid-19 memiliki riwayat penyakit penyerta. “Makanya, yang memiliki diabetes harus diingatkan agar berhati-hati,” kata Doni, di Balai Kota Surabaya.

Doni menuturkan, langkah mitigasi atau pencegahan juga harus dilakukan agar semakin sedikit masyarakat yang terpapar Covid-19. Kemudian, langkah sosialisasi yang masif ke masyarakat juga perlu disampaikan.

Menurut Doni, kalau tidak diikuti dengan penjelasan yang maksimal, maka warga akan merasa aman-aman saja. Apalagi, di beberapa daerah di luar Jawa sudah ada pembukaan menuju masyarakat yang produktif dan konstruktif.

“Selama kasus Covid-19 berada di tengah masyarakat, kita tak boleh lengah. Penerapan protokol kesehatan harga mati. Kalau kita abaikan, tak disiplin dan tak menggunakan masker, tak menjaga jarak dan tak rajin cuci tangan, tentu akan membahayakan. Apalagi bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta,” ujar dia.

Doni menjelaskan, ada tiga sumber penularan Covid-19, yakni melalui mata, hidung dan mulut. Untuk itu, ia meminta untuk sesering mungkin cuci tangan dan selalu menggunakan masker, karena seringkali tak sadar menyentuh barang, sehingga seseorang menjadi terpapar.

“Kebiasaan bersin dengan tak menutup mulut menimbulkan ancaman bagi lainnya,” ujar dia.

Doni Monardo menegaskan, Presiden Joko Widodo telah memikirkan bagaimana agar masyarakat aman dari Covid-19 ini, namun kegiatan produktif tetap bisa dilaksanakan.

Sebab, tak memungkinkan untuk memilih salah satu, kesehatan saja atau bidang kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kalau kita memilih salah satu, seperti makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, enggak dimakan ibu mati,” kata dia.

Untuk itu, ia meminta semua elemen masyarakat untuk bersatu melawan Covid-19 ini. Ia juga terus mendorong kegiatan pengamanan supaya tak terpapar Covid-19.

“Kami juga meminta aktivitas harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan disiplin yang tinggi,” tutur Doni.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close