Bisnis

Dongkrak Harga Lada, Babel Ubah Sistem Tata Niaga

BABEL, SENAYANPOST.com – Untuk mendongkrak harga komoditas ekspor, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengubah sistem tata niaga lada putih di pasar global.

“Perubahan ini sudah final dan ditargetkan diberlakukan pada pertengahan Januari tahun ini,” ujar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, usai Rapat Final Pembahasan Tata Niaga Lada, di Pangkalpinang, Jumat (10/1/2020).

Perubahan sistem ini, kata dia, dimulai dari tata niaga, hilirisasi, hingga pemasaran lada antarpulau di Indonesia dan internasional, sehingga dapat memutus mata rantai sehingga dapat menaikkan harga ditingkat petani.

Menurutnya, hilirisasi lada sudah dilakukan oleh UMKM, dan Koperasi Petani Lada akan membeli lada langsung ke petani dengan harga standar yang sudah ditetapkan oleh Komite Penetapan Harga Lada.

Sedangkan, untuk pemasaran lada putih ini akan dilakukan petani milenial dan penguatan informasi teknologi muda, sehingga memudahkan buyer atau pembeli untuk membeli hasil lada petani.

“Selama ini petani menjual hasil panen ke pedagang pengumpul dengan harga murah dan tahun ini mereka UMKM dan koperasi akan langsung membeli hasil panennya dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya,” katanya.

Sementara itu, Direktur BUMD Provinsi Kepulauan Babel, Safarudin menyebutkan, rapat tentang tata niaga lada ini sudah final, baik untuk hilirisasi maupun pengiriman lada antarpulau serta pengiriman untuk ekspor.

“Kita juga telah menyiapkan beberapa instrumen, seperti Kantor Pemasaran Bersama, kemudian UMKM Lada untuk memproduksi Lada yang ingin dihilirisasi menjadi bentuk – bentuk kemasan yang siap kita pasarkan ke gerai–gerai di Babel maupun di luar daerah,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya Tata Niaga Pemasaran Lada yang baru ini, nantinya harga Lada di level Petani Babel ada perubahan sesuai dengan yang diharapkan. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close