Dongkrak Ekspor Kopi, Dubes RI Blusukan ke Pabrik Kopi di Bulgaria

Dongkrak Ekspor Kopi, Dubes RI Blusukan ke Pabrik Kopi di Bulgaria
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria, Iwan Bogananta blusukan mengunjungi pabrik pengolahan kopi di Sofia.

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Di pengujung musim dingin 2021, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria, Albania dan Macedonia, Iwan Bogananta blusukan mengunjungi pabrik pengolahan kopi di Sofia.

Pemilik pabrik, Mekushin menyatakan bahwa kopi Indonesia diakui sebagai kopi dengan citra rasa spesial dan memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kopi Bulgaria.

Dengan kapasitas pengolahan lebih dari dua puluh ribu ton per tahun, pabrik tersebut diklaim sebagai yang terbesar tidak hanya di Bulgaria namun juga di Balkan.

“Pabrik ini mengolah biji kopi dari mulai mentah, kemudian disangrai melalui proses pemanggangan sedemikian rupa sehingga mengeluarkan aroma memukau kopi Indonesia dan mengubah sifat kimiawi dan fisiknya," katanya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria, Iwan Bogananta blusukan mengunjungi pabrik pengolahan kopi di Sofia.

Namun sebelum sampai ke tangan piawai para barista Bulgaria, kopi tersebut didinginkan dan menuju mesin-mesin lainnya untuk kemudian dikemas sesuai kebutuhan penggemarnya.

Memang asal kopi tersebut tidak hanya dari Indonesia, namun juga dari Afrika dan Amerika Latin.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Iwan melobi gencarkan diplomasi kopi agar membuka lebih besar keran masuknya kopi Indonesia bagi para pecinta kopi di Bulgaria.

"Tidak hanya di Bulgaria atau kawasan Balkan, produk kopi Indonesia miliki kualitas tersendiri yang mampu bersaing di Eropa," kata Iwan yang juga Bendahara Umum PKPI, Selasa (2/3/2021).

Tak disangka, ternyata pabrik ini memiliki rantai pasok tidak hanya di Bulgaria atau Balkan, namun juga Uni Eropa.

Maklum, Bulgaria merupakan bagian dari Uni Eropa. Negara dengan salah satu kotanya, Plovdiv yang dinobatkan sebagai European Capital of Culture pada 2019, bergabung dengan Uni Eropa pada 2007.

Kota Sofia sendiri populer sebagai destinasi budaya tempat Serdica Amphitheatre berada. Serdica Amphitheatre diperkirakan dibangun pada abad ke-2 atau ke-3 Masehi. 

Menariknya Serdica Amphitheatre dipercaya sebagai medan tempur para gladiator.