Dongkrak Daya Saing UKM, ASEAN Harus Bangun Inkubator Bisnis

Dongkrak Daya Saing UKM, ASEAN Harus Bangun Inkubator Bisnis

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk meningkatkan daya saing UKM di kancah global, perlu dilakukan kerjasama antar negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN.

“Untuk melahirkan UKM yang berdaya saing tinggi, kita harus mengembangkan inkubator bisnis secara bersama-sama,” kata Plt Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Rosdiana Veronica Sipayung, saat membuka acara The 1st ASEAN Business Incubator Network (ABINet) Annual Meeting di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Menurut Rosdiana, ada tiga hal yang akan dikembangkan inkubator ASEAN, seperti IT, manufaktur, hingga virtual business.

“Intinya adalah agar para inkubator ASEAN, termasuk Indonesia, mampu menciptakan satu inovasi berbasis IT, sehingga dapat menghasilkan UKM handal dalam persaingan global,” kata Rosdiana.

Ia menyebutkan, pada rapat kali ini Indonesia menampilkan 10 inkubator bisnis yang nantinya akan dinilai Jepang untuk dipilih satu inkubator.

Kesepuluh inkubator dari Indonesia adalah Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), IncuBie IPB, UNY Business Center (Yogyakarta), Inotek Foundation, Gama Multi Usaha Mandiri, Primakara Business Incubator, Indigo Incubator, DIIB UI, TBIC Puspiptek, dan Sky Star Venture UMN.

Inkubator yang terpilih akan dikembangkan dengan dibiayai Jepang. “Satu negara ASEAN akan mendapat kesempatan satu inkubator yang akan dikembangkan dengan model dan pendanaan dari Jepang,” ungkap Rosdiana.

Rosdiana mengakui bahwa Singapura, Thailand, dan Malaysia, merupakan negara-negara yang sudah maju dalam pengembangan inkubator bisnis.

“Inkubator kita juga akan bisa berkembang seperti mereka. Terlebih pada rapat kali ini juga akan menciptakan satu jaringan khusus dalam pengembangan UKM melalui inkubator bisnis,” tegas Rosdiana lagi. (JS)