Ekonomi

Dolar AS Melemah Tertekan Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kurs dolar AS sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (10/5/2019) atau Sabtu (11/5/2019) pagi WIB, karena para pelaku pasar mempertimbangkan data harga konsumen yang baru dirilis.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,04 persen menjadi 97,3334 pada akhir perdagangan.

Indeks Harga Konsumen (IHK), sebagai ukuran inflasi, di Amerika Serikat meningkat 0,3 persen pada April berdasarkan penyesuaian secara musiman, ungkap laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat (10/5/2019). Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 0,4 persen.

Peningkatan IHK 0,3 persen pada April, seperti dikutip bisnis.com, terjadi setelah kenaikan 0,4 persen pada Maret.

Selama 12 bulan terakhir hingga April lalu, IHK naik 2,0 persen sebelum penyesuaian musiman, kenaikan terbesar selama 12 bulan sejak November 2018, menurut laporan itu. Namun, nilainya masih jauh di bawah ekspektasi pasar.

Beberapa investor berpikir inflasi AS akan jatuh lebih jauh tahun ini untuk mengantisipasi Federal Reserve (Fed) memangkas suku bunga guna memacu pertumbuhan.

The Fed mengenyampingkan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pekan lalu, karena bank sentral melihat tidak perlu mengubah pendekatan “sabar” pada pergerakan suku bunga.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1231 dolar AS dari 1,1224 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3007 dolar AS dari 1,3023 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6997 dolar AS dari 0,6994 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,90 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,69 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0125 franc Swiss dari 1,0147 franc Swiss, serta turun menjadi 1,3421 dolar Kanada dari 1,3463 dolar Kanada. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close