Hukum

Dokter Sebut Novanto Sakit Jantung, Vertigo, dan Saraf Kejepit

JAKARTA, SENAYANPOS.com – Tim Dokter Kanwil Kemenkumham Jabar yang diwakili dr Mayriana memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait kasus pelesiran Setya Novanto atau Setnov di toko bangunan di Padalarang beberapa waktu lalu.

Mayriana mengatakan, berdasarkan hasil diagnosis diketahui bahwa Setnov memiliki beberapa penyakit di antaranya berupa jantung koroner, vertigo, saraf tulang belakang terjepit, serta diabetes.

“Diagnosis yang diperoleh bahwa selama beliau ditahan di KPK jantung koroner, vertigo, saraf tulang belakang terjepit, dan diabetes,” kata dia di Kantor Kemenkumham Jabar, Bandung, Rabu (19/6) dikutip dari kumparan.

Dari data yang diterimanya dari Lapas Sukamiskin, Mayriana menambahkan, Setnov telah 26 kali dirujuk ke rumah sakit.

Hal tersebut didasarkan atas data dalam rentang waktu November 2017 hingga April 2018 atau ketika Setnov menjalani masa tahanan di Rutan KPK.

“Berdasarkan analisis data yang kami dapat dari Lapas Sukamiskin bahwa Setya Novanto mulai masuk KPK sejak tanggal 4 November 2017 sampai 26 April 2018 didapat data bahwa 26 kali dirujuk ke rumah sakit baik itu RSPAD Gatot Subroto maupun rumah sakit lainnya,” kata dia.

Sementara, Mayriana menyebut, Setnov telah 22 kali dirujuk sejak masuk ke Lapas Sukamiskin atau tanggal 4 Mei 2018. Dia diketahui sempat dirujuk sebanyak 4 kali ke RSPAD Gatot Subroto.

“Bapak Setya Novanto masuk Sukamiskin pada tanggal 4 Mei 2018 hingga saat ini beliau sudah dirujuk ke rumah sakit sebanyak 22 kali beliau dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto sebanyak 4 kali, Borromeus 3 kali, RSHS 3 kali dan selebihnya adalah RS Santosa,” ungkap dia.

Di lokasi yang sama, dokter Lapas Sukamiskin dr. Susi Indrawati mengatakan Setnov mesti menjalani perawatan lanjutan di luar lapas sebanyak satu kali dalam dua minggu untuk menjalani fisioterapi. Oleh sebab itu, Setnov dirujuk ke Rumah Sakit Santosa.

“Berdasarkan rekomendasi dari spesialis syaraf dari RSPAD Gatot Subroto serta rekomendasi dari dokter spesialis saraf Rumah Sakit Santosa bahwa Setya Novanto harus menjalani perawatan lanjutan setiap dua minggu untuk fisioterapi,” ucap dia.

Sementara itu, Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto menjelaskan, narapidana yang hendak menjalani perawatan di luar lapas mesti diperiksa terlebih dahulu di poliklinik lapas.

Tejo menambahkan, di Lapas Sukamiskin sendiri terdapat tiga orang dokter yakni dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Setelah diperiksa oleh dokter di Lapas Sukamiskin ada dua putusan pertama bahwa cukup sampai dengan dokter yang ada di Sukamiskin,” kata Tejo.

“Kedua, bahwa sarana dan prasarana serta kompetensi sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di luar lapas,” tambah dia.

Selanjutnya, Tejo mengatakan, hasil pemeriksaan akan dibahas dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Di sana, kata dia, akan dibahas mengenai penyakit, sistem pengawalan hingga kemampuan pengawal yang akan melakukan pengawalan.

Tejo pun menyebut, jika sidang TPP menyatakan untuk dirujuk maka kalapas akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk dilakukan pengawalan.

“Sidang TPP yang membahas mengenai penyakit yang bersangkutan, sistem pengamanan dan pengawalan, dan kemampuan dari petugas pengamanan dalam mem-back up yang bersangkutan,” terang dia.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close