Nasional

Doa Pemakaman Mbah Moen Dipimpin Ulama Mekkah, Bukan Rizieq Shihab

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tersiar kabar jika pemimpin doa saat pemakaman  pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Maimun Zubair alias Mbah Moen adalah Habib Rizieq Shihab. Namun, ternyata dalam prosesi pemakaman itu, doa dipimpin oleh ulama Makkah, Sayyid Ashim bin Abbas bin Alawi Al-Maliki, yang merupakan keponakan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid, yang bertanggungjawab terhadap para WNI di Makkah; dan Asyrofi, seorang petugas haji yang mendampingi Mbah Moen, sejak di rumah sakit, hingga ke pemakaman. Jamaah lain juga mengirimkan video prosesi pemakaman Mbah Moen.

Menurut Subhan, pemakaman Mbah Moen dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Sementara, yang memimpin doa adalah Sayyid Ashim bin Abbas bin Alawi Al-Maliki, ulama terkemuka Mekkah.

“Yang memimpin doa adalah putera dari Sayyid Abbas bin Alawi al-Maliki, yang mendapat gelar Bulbul Makkah, dan keponakan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, yang punya banyak murid dari Indonesia,” ujar Subhan seperti diberitakan jaringan media Nahdlatul Ulama, Laduni.

“Prosesi pemakaman Mbah Moen ini, dari awal hingga akhir dipimpin oleh Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh,” ujarnya.

Menurut Subhan, sejumlah ulama dan kiai sepuh Indonesia juga secara bergantian memimpin salat jenazah dan doa, secara bergantian. Di antaranya, Anwar Mansur, Bunyamin Ruhiyat, Aufal Marom, KH Ulin Nuha Arwani Kudus.

Subhan menuturkan bahwa pihaknya sudah bersiap menggelar prosesi pemakaman sejak mendengar kabar Mbah Moen kritis dan dibawa ke Rumah Sakit Annur, Selasa (6/8) subuh.

“Di saat yang sama Menag instruksi pada saya selaku Kadaker Mekkah, untuk mempersiapkan Wisma Daker sebagai tempat persemayaman dan tempat jemaah bertakziah,” tuturnya.

Jenazah kemudian dimandikan di masjid Al-Muhajirin wilayah Musfalah. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, lanjutnya, jenazah tiba di Daker Makkah.

“Saking banyaknya jemaah yang bertakziyah dan karena ruangan terbatas, maka kami bikin salat jenazah secara bertahap. Setiap kali selesai salat jenazah siapapun imamnya langsung memimpin doa,” sebut Subhan.

“Hingga pukul 10.30 tak kurang 12 kali pelaksanaan solat jenazah,” tambahnya.

Selanjutnya, dilaksanakan upacara pemberangkatan yang dipimpin oleh Dubes RI dan Menteri Agama. Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan sambutan atas nama rakyat indonesia. Selanjutnya jenazah dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan dan selanjutnya dimakamkan di Ma’la.

“Sederhananya, sejak beliau (Mbah Moen) kritis hingga pemakaman yang urus kita semua, dipimpin Pak Dubes dan Pak Menag,” imbuhnya.

Sebelumnya, video yang menggambarkan pemimpin FPI Rizieq Shihab tampak hadir dan berdoa untuk Mbah Moen di tengah kerumunan warga viral.

Terkait hal itu, Atase KBRI Riyadh Sa’dullah Affandi sekaligus Katib Syuriah PBNU menyebut itu bukan hal istimewa.

“Sebab siapapun yang hadir takziah membaca doa, tidak ada ketentuan formal untuk mendoakan kepada tokoh dan ulama besar Mbah Moen,” katanya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close