Politik

DN-PIM Prihatin Pilpres Saling Hujat dan Caci-Maki

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dewan Nasional Pergerakan Indoensia Maju (DN-PIM) dalam refleksi akhir tahun 2018 ini menyatakan akan keprihatinannya di tahun politik menjelang pilpres 2019, yang dipenuhi dengan saling hujat, hoaks, dan caci-maki.

“Jelang pilpres ini masyarakat kehilangan keadaban publik. Padahal, selama ini dikenal sebagai bangsa yang sopan-santun, ramah-tamah. Tapi, justru terjebak ke dalam perilaku kekerasan dan bentuk-bentuk ketidakadaban lainnya,” demikian disampaikan Ketua DN PIM Chusnul Ma’iyah, Kamis (27/12/2018).

Hal itu ditandai dengan adanya persekusi oleh sekelompok orang terhadap lainnya, kriminalisasi lawan politik, pembegalan di jalan raya, dan bahkan ketakadaban menguasai ruang publik di media sosial dan ruang-ruang dialog televisi.

Nilai-nilai etika tersebut telah tercerabut dari akar budaya politik yang telah diajarkan oleh para guru bangsa.

Selain itu DN – PIM prihatin dengan berkembangnya rasa saling tidak percaya, saling tidak menghormati, saling curiga,dan saling mencermati diantara kelompok masyarakat. Sehingga politik aliran menguat.

Namun saat ini, egosentrisme atau primordialisme keagamaan, kesukuan, kesamaan kepentingan politik, dan kepentingan bisnis-ekonomi mengemuka dalam bentuk fanatisme, radikalisme, dan ekstremisme yang terjadi di semua lini.

“Hal itu dipicu oleh kesenjangan sosial-ekonomi, dan budaya politik, di mana pemenang mengambil semua (the winner takes all). Akibatnya pelayanan politik bersifat eksklusif dan kepemimpinan politik tidak berada diatas dan untuk semua kelompok,” pungkasnya.

Selain itu DN-PIM menyoroti masalah hukum, keadilan ekonomi, hukum, buta aksara, daya saing bangsa dan sebagainya yang masih harus ditingkatkan lagi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close