EkonomiHukum

Divestasi Saham 51 Persen Freeport untuk Kesejahteraan Rakyat Papua

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Budi Gunadi Sadikin (BGS) Direktur Utama PT Inalun (Indonesia Asahan Aluminium) menegaskan pemerintah Indonesia telah menyepakati nilai akuisisi 51% saham milik PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 55 triliun.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran selaku induk dari PTFI.

Hanya saja proses divestasi saham 51 % itu tidak dengan nasionalisasi seperti Venuezela, tapi tetap berpegang pada konstitusi, aturan perundang-undangan yang sudah disepakati bersama.

Dimana nilai total cadangan yang masih ada di wilayah freeport dan tinggal dikeruk mencapai sebesar 470 miliar dollar AS atau Rp 6000 triliun.

Demikian yang mengemuka dalam Seminar Nasional “Divestasi Saham PT Freeport Indonesia Sebagai Perwujudan Kedaulatan Negara Untuk Kemakmuran Rakyat”. Seminar dibuka oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta, didampingi Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, dan Ketua Komite III DPD RI Parlindungan Purba.

Hadir sebagai pembicara Budi Gunadi Sadikin (BGS) Direktur Utama PT Inalun (Indonesia Asahan Aluminium), Iwan Munajat ahli pertambangan dari IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indoensia), dan pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana dari Universitas Indonesia, di Kompleks Parlemen DPD RI Jakarta, Senin (13/8/2018).

Namun lanjut BGS, setelah kesepakatan itu masih muncul banyak pertanyaan di publik, misalnya ada yang bilang kesepakatan itu tidak mengikat dan masih bisa batal, Lalu setelah pembelian saham Freeport ini apa untungnya buat Indonesia?

Ada juga yang menuduh kalau harga pembelian 51% saham Freeport itu terlalu mahal. Belum lagi ada yang bertanya-tanya mengapa harus membeli participating interest Rio Tinto di Freeport sebelum membeli sahamnya? Dan, masih banyak lagi pertanyaan terkait perebutan saham perusahaan pemilik salah satu tambang terbesar di dunia itu.

Menurut BGS dengan detail mengenai pertanyaan-pertanyaan yang beredar di masyarakat. Bahwa pemerintah mulai memproses akuisisi saham 51% PT Freeport Indonesia (PTFI). Capaian ini disepakati dalam penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran.

BGS mengatakan bahwa upaya ini merupakan kerja keras berbagai pihak. Dia pun memberi apresiasi kepada pemerintah yang telah berusaha untuk bisa mengakuisisi saham PTFI menjadi mayoritas milik Indonesia.

Karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno, Menkeu RI Ibu Sri Mulyani, Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya, dan Menteri ESDM Bapak Jonan, yang semuanya telah membantu dan kerjasama yang baik terhadap proses akuisisi saham PTFI tersebut.

Dengan upaya bersama tersebut kata Budi, akhirnya Indonesia bisa menguasai saham mayoritas setelah 50 tahun Freeport Indonesia beroperasi di Indonesia.

“Karena atas dukungannya yang luar biasa untuk mendukung Inalum melaksanakan amanat Pak Jokowi untuk mengantarkan kembali Freeport ke pangkuan Indonesia kembali,” pungkasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close