Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi, Arab Saudi Bela Pangeran MBS

Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi, Arab Saudi Bela Pangeran MBS
Pangeran MBS

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pendukung Pemerintah Arab Saudi angkat suara atas hasil evaluasi yang diterbitkan sebuah badan intelijen Amerika Serikat terkait pembunuhan terhadap wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

“Kami semua adalah Mohammed bin Salman,” demikian hastag yang tersebar dikalangan warga negara Arab Saudi, Sabtu (27/2/2021).

Arab Saudi adalah salah satu sekutu terdekat Washington di jajirah Arab. Negara itu secara resmi menolak hasil evaluasi intelijen Amerika Serikat dengan menyebutnya sebagai penilaian negatif, salah dan tidak bisa diterima.

Intelijen Amerika Serikat sebelumnya mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah menyetujui operasi untuk menangkap atau membunuh Khashoggi. Riyadh menyangkal adanya keterlibatan Putera Mahkota dalam kasus ini.       

Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, dalam acara balapan kuda di Riyadh, 30 Desember 2017. Reuters. Ali Shihabi, mantan ketua Yayasan Arabia di Washington, yang mendukung kebijakan-kebijakan Arab Saudi, mengatakan apa yang ada dalam laporan intelijen Amerika Serikat itu tidak ada yang baru dan sudah pasti tidak ada senjata.

“Sungguh luar biasa semua ini (laporan intelijen Amerika Serikat). Laporan tipis ini sebenarnya adalah bukti bahwa tidak ada bukti nyata untuk melawan MBS (Mohammed bin Salman),” kata Shihabi.

Abdulrahman al-Rashed, kolomnis dari Arab Saudi, juga memberikan dukungan pada Mohammed bin Salman. Menurutnya laporan yang diterbitkan intelijen Amerika Serikat tidak jelas apakah tim yang tuduh sedang dalam perjalanan untuk menghilangkan nyawa Khashoggi.    

Surat kabar terbesar di Arab Saudi dan beberapa saluran televisi di Arab Saudi tidak mewartakan soal laporan intelijen Amerika Serikat. Media-media di Arab Saudi memilih menayangkan acara olahraga dan program lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan laporan intelijen Amerika Serikat ini.

Sedangkan bulletin sore yang dimiliki Al-Arabiya secara singkat mengulas laporan intelijen Amerika Serikat soal Khashoggi, namun memfokuskan pada hal yang disebutnya ketidakhadiran bukti nyata.