Nasional

Dituding Intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Polri: Tidak Benar Itu

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Mabes Polri memastikan pihaknya tidak melakukan intervensi terhadap rencana penyelenggaraan Muktamar Pemuda Muhammadiyah pada November 2018 mendatang. Polri juga membantah klaim yang disampaikan Dahnil Anzar.

“Kami tidak ada urusan dengan itu, kami tidak ada intervensi. Tugas kami profesional,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakar (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Rabu (18/10/2018).

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut ada intervensi pihak kepolisian terhadap rencana Muktamar Pemuda Muhammadiyah November mendatang.

Dia berencana menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengadukan dugaannya tersebut.

Dahnil mengaku beberapa kali menerima laporan dari pimpinan cabang di daerah-daerah yang mengaku sempat didatangi aparat. Polisi, lanjutnya, bahkan berani mengarahkan agar anggota PP Muhammadiyah mau mengangkat pemimpin baru dalam muktamar nanti yang mendukung pasangan calon presiden tertentu.

“Saya beberapa hari ini mendapat laporan pimpinan PP muhamadiyah di beberapa daerah didatangi polisi, pertanyaannya kapan muktamar, siapa yang akan jadi Ketua PP Muhammadiyah. Pertanyaan saya, apa urusan polisi nanya hal itu,” kata Dahnil di Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10).

Muktamar Pemuda Muhammadiyah merupakan kegiatan permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah yang digelar empat tahun sekali.

Dalam kegiatan tersebut akan dipilih Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Periode 2018-2022 yang akan menggantikan posisi Dahnil yang sudah menjabat sejak 2014 lalu. Tahun ini, rencananya Muktamar akan digelar pada 25 hingga 28 November 2018 mendatang. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close